Menurut Agus, pihaknya akan mencegah untuk masyarakat yang berniat melakukan tindakan asulila terutama dikawasan fasilitas publik seperti pedestrian. “Kita akan intensifkan pengawasan karena tidak boleh ada yang melakukan tindakan asusila pada fasilitas publik,” pungkasnya.
Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi menambahakan, kejadian ini menunjukan masih ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu yang tidak semestinya. “Ini bisa jadi bahan evaluasi bagi pola pengawasan kami di pedestrian,” ujarnya.
Sebenarnya, Satpol PP sudah membentuk tim kancil khusus mengawasi padestrian. Saat ini juga tengah diperkuat oleh Srikandi pola pengawasannya mengelilingi pedestrian mulai pagi sampai sore.
“Di siang hari mereka mulai ploting di titik rawan PKL yaitu di sekitar lawang salapan, pintu satu kebun raya dan pintu tiga. Setelah ploting sekitar tiga jam mereka bergerak kembali,” tuturnya.
Sementara itu, Psikolog Rumah Cinta, Retno Lelyani Dewi mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut. Menurutnya, sekarang ini remaja sudah kehilangan rasa malu. Padahal rasa malu berbuat buruk merupakan salah satu ciri orang beriman.
“Jadi lebih prihatin karena yang melakukannya menggunakan hijab. Harusnya anak-anak kita diajarkan adab sejak kecil, bagaimana adab dengan lawan jenis, bagaimana adab di tempat umum,” lirihnya.
(wil/yuz/JPG)






