Selasa, 11 Agustus 2026

Le Paradis Du Monde

6-7 AGUSTUS 2015, penulis berkesempatan berkeliling Kepulauan Togean. Gugusan pulau nan indah tanpa bosan dipandang mata. Di Pangempa, penulis bertemu beberapa turis asing asal Itali, Prancis, Maroko, Australia. Turis Italia mengatakan pronto, Indonesia, you have the best island around the world, lalu arriverderci, à prestôt, halo Indonesia, anda punya pulau terbaik di dunia, sampai jumpa kembali. Turis Prancis mengatakan Nous avons déjà visité Sumatra, Jawa, Bunaken, Sengigi, Raja Ampat, le paradis du monde se trouve là (kami telah kunjungi Sumatra, Jawa, Bunaken, Sengigi, Raja Ampat, surga dunia terletak di sini. Lebih mengejutkan lagi ada turis Maroko yang memegang paspor Prancis justru mengajari dua anaknya berenang di Pangempa. Turis Australia bahkan telah mengajukan keinginannya untuk tinggal di gugusan Pulau Togean sampai akhir hayatnya.

Kesimpulan dari omongan dengan para wisatawan manca negara tersebut, betapa gugusan Pulau Togean nan indah ini sayang untuk tidak dipromosikan sebagai ekowisata dan dijaga keasliannya. Penulis tahu, bahwa di sela-sela kunjungan seminggu mereka di Togean, coretan tangan mereka tetap jalan sambil membaca novel kesukaan mereka. Sampai di negara asal, lahirlah buku kecil catatan perjalanan mereka ke Togean. Kebiasaan menulis lebih diutamakan daripada bertutur merupakan kebiasaan positif para wisman ini yang terpatri semenjak masa taman kanak-kanak. Catatan inilah yang terpublikasi di rak-rak buku pada toko-toko, supermarket hingga ke kedai buku. Artinya promosi Togean justru dilakukan oleh orang asing. Cara seperti inilah yang efektif.

Tentu bagi kita orang Sulteng, karena seringnya dilihat dan hidup di provinsi ini, Togean merupakan warisan yang maha kuasa yang biasa saja dan eksotik. Bila orang asing saja berkata demikian, kesyukuran yang kita ungkapkan kepada yang maha kuasa harus termanisfestasikan melalui sikap mental menjaga, mensejahterakan dan meningkatkan daya saing penduduk gugusan Kepulauan Togean.

Pola pikir menjaga Togean berwujud menjaga lingkungan dan akosistem perairan seperti terumbu karangnya, kebersihan perairannya, biota laut, hutan bakau, dan lain-lain. Untuk maksud ini, sejak tahap usia dini, penduduknya diperkenalkan dengan kurikulum konservasi sekaligus praktiknya. Sikap mental mensejahterakan berlanjut terus terutama adanya kehadiran negara.
Namun demikian, kita juga tidak menutup mata pada kemiskinan di kepulauan Togian. Mereka butuh kehadiran negara.

Sesuai dengan data TNP2K 2012, di Kecamatan Una-Una, Desa Bambu ada 207 rumah tangga miskin, Lembanya sebanyak 240 RT, Taningkola 229 RT, Tanjung Pude 269 RT, Una-Una 228 RT, Wakai 345 RT. Di Kecamatan Batudaka Desa Bomba terdapat 120 RT, Kambutu 85 RT, Kulingkinari 184 RT, Malino 64 RT, Molowagu 150 RT, Siatu 62 RT, Tumbulawa 138 RT. Di Kecamatan Talatako, ada desa Kabalutan 245 RTM, Kalia 165 RTM, Malenge 129 RTM, Pautu 59 RTM, dan Tumotok 83 RTM. Di Kecamatan Togean, ada 14 desa secara rinci Desa Awo ada 23 RTM, Bangkagi 104 RTM, Baulu 87 RTM, Benteng 46 RTM, Bungayo 99 RTM, Katupat 54 RTM, Kololio 65 RTM, Lebiti 139 RTM, Lembana 97 RTM, Matobiyai 145 RTM, Pulau Enam 103 RTM, Tobil 151 RTM, Tongkabo 139 RTM, dan Urulepe 9 RTM. Di Kecamatan Walea Besar ada 7 desa yang terpisah-pisah berdasarkan gugusan pulau yakni Biga 105 RTM, Katogop 86 RTM, Kondongan 55 RTM, Malapo 30 RTM, Pasokan 127 RTM, Salinggoha 46 RTM, dan Tingki 42 RTM. Di kecamatan Walea Kepulauan ada sekitar 10 desa yakni Dolong A 104 RTM, Dolong B 62 RTM, Kolami, Louk, Malenge, Olilan, Popolii, Tiga Pulau, Tutung.

Bila orang asing saja menganggap Togean is the paradis of Central Sulawesi, mengapa kita hanya menganggap biasa-biasa saja? Mungkinkah karena ketidaktahuan kita akan kekayaan laut dan bawah laut? Walaupun demikian, belum terlambat bagi kita untuk melindungi surga dunia ini bagi. Setiap tahunnya, pada Juli-September, para wisman ini ‘mengungsi’ ke Togian jauh dari hiruk pikuknya deru pembangunan di Negara asalnya hanya mau menikmati Togean tanpa akses komunikasi modern. Tinggal kita harus menyiapkan mindset penduduknya sebagai penyedia jasa bagi mereka yang berwisata air: diving, snorkeling, wisata pancing. Tentu saja kemampuan bahasa dan perilaku environmental friendly menentukan ekowisata di Togean.*** (ahlis.djirimu66@gmail.com).

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization