Kamis, 14 Mei 2026

Setya Novanto Bakal ‘Bernyanyi’, Tunggu Saja

PALU EKSPRES, JAKARTA – Penetapan tersangka Ketua DPR RI Setya Novanto atas korupsi pengadaan e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diyakini akan menyeret anggota dewan lainnya.

Hal itu didasarkan pada keyakinan praktisi hukum, Muara Karta, bahwa Novanto takakan diam dengan status barunya itu.

Meski begitu, Papa Novanto akan melalukan perlawanan, mulai dari praperadilan sampai ‘bernyanyi’ untuk menyelamatkan dirinya dari jeratan hukuman.

“‘Nyanyian’ Novanto ini ditunggu publik. Apalagi, bukan namanya saja yang disebut-sebut ikut menikmati proyek yang merugian negara sebesar Rp2,3 trilyun itu,” ucapnya, Selasa (18/7) kemarin.

Namun, ia juga meminta Setnov untuk bersikap jujur dan terbuka serta bernyali untuk membongkar kasus tersebut sampai tuntas.

“Termasuk menyeret ketua Pansus Hak Angket KPK yang namanya juga disebut-sebut dalam persidangan Miryam S Haryani,” tegas alumni Universitas Indonesia (UI) ini.

Muara menyebut, skandal korupsi e-KTP itu sangat memalukan, terlebih posisinya adalah Ketua Umum Partai Golkaar dan Ketua DPR RI.

“Akibat keserakahan, program pemerintah untuk rakyat bisa memakai e-KTP yang mempunyai akses chip ternyata gagal total,” tandas Karta.

Berdasarkan surat dakwaan terhadap terdakwa Irman, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut ada puluhan orang yang diduga turut menikmati fee proyek e-KTP.

Fee itu berasal dari hasil penggelembungan anggaran e-KTP dan mengalir ke sejumlah anggota dewan serta pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Jumlah ‘bancakan’ itupun tak sedikit. Mulai dari ratusan juta hingga miliaran yang jika ditotal mencapai Rp5,9 triliun.

Berdasarkan surat dakwaan yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (9/3) dinataranya mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Selain itu, ada mantan Mendagri Gamawan Fauzi, Sekjen Kemendagri Diah Anggraini sampai Ketua Panitia Pengadaan e-KTP Drajat Wisnu Setyawan. Di Partai Demokrat, selain Anas, juga disebut mantan Ketua DPR Marzuki Alie dan sederet nama lainnya.

Untuk Partai Golkar, ada nama Melcias Marchus Mekeng, Chaeruman Harahap, Agun Gunanjar Sudarsa, Mustokoweni, Markus Nari sampai Ade Komarudin. Di jajaran PDIP juga ikut terseret Olly Dondokambey, Arif Wibowo, Ganjar Pranowo dan Yasonna Laoly (Menkumham).

Selain itu ada nama-nama yang berasal dari PKS, PAN, Hanura (Miryam S Haryani), Partai Gerindra, PPP, PKB dan lain sebagainya. Jika ditotal ada 37 nama anggota DPR ikut menikmati fee proyek e-KTP tersebut.

(Fajar/JPG/pojoksatu)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengembangan Strategi Digital yang Lebih Efektif melalui Analisis Mendalam terhadap Pola Permainan yang Tepat
Perilaku Pemain Kini Semakin Banyak Dikaji untuk Membentuk Strategi Bermain yang Lebih Efisien dan Terarah
Sistem Adaptif di Gates Of Olympus Perlahan Menyusun Ulang Interaksi dan Membuka Pola Baru yang Lebih Dinamis
Teknik Manajemen Risiko Bermain di Game Online Viral melalui Observasi Pola Kemenangan
Tren Media Sosial Terbaru Disebut Membuat Feed Pengguna Semakin Variatif Majong Ways 2
Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam