Sabtu, 8 Agustus 2026

Cerita Buas soal Polisi yang Sekali Kawal Dibayar Rp125 Juta

PALU EKSPRE, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyelundupan 45,59 kg sabu dari Tiongkok yang melibatkan 10 orang tersangka, kemarin (20/7).

Salah seorang yang terlibat adalah Kepala Pos Polisi Air Pantai Cermin Aiptu Suherianto dan dua orang lainnya berinisial BJ dan MS tewas setelah merasakan timah panas petugas.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, pengungkapan ini dimulai dengan kerjasama antara BNN, Ditjen Bea Cukai dan Polri.

Semua bekerjasama dalam menguntit perjalanan penyelundupan narkotika alias control delivery. ”Narkoba ini berasal dari Tiongkok yang transit di Malaysia,” paparnya.

Dari wilayah Malaysia menggunakan sebuah kapal, bandar ini masuk ke perairan di Indonesia. Tidak hanya itu, bandar juga dalam perjalanannya berganti kapal kecil masuk ke pelabuhan tikus di sekitar Pantai Cermin, Sumatera Utara. ”Saat di pelabuhan tikus inilah, peran dari Kapospol ini dimulai,” tuturnya.

Kapospol ini mengawal perjalanan kapal tersebut hingga sandar ke pelabuhan tikus dan melakukan bongkar muat. Dengan dikawal Kapospol, tentunya membuat masyarakat menjadi tidak curiga.

Pasalnya, masyarakat saat melihat ada Kapospol sudah mengenali. ”Ya, orang kalau lihat oh, ini Pak polisi itu,” jelas Buwas, panggilan akrabnya.

Saat itu Buwas langsung saja mendekati Aiptu Suherianto. Buwas-panggilan akrab Budi Waseso langsung bertanya, berapa kali mengawal sabu. Dengan muka yang tampak lemas dan tertunduk. ”Sudah lima kali Ndan,” ujar Suherianto.

Buwas langsung menyaut dengan pertanyaan lain, ”Dibayar berapa sekali mengawal narkoba ini?,”. Suherianto dengan lirih mengaku mendapatkan upah Rp 125 juta per pengiriman.

Buwas lalu berceletuk. ”Itu pengakuannya lima kali. Tapi bisa lebih banyak lagi sebenarnya,” jelasnya.

Pada Suherianto, Buwas menyebut bahwa mengawal narkotika itu perbuatan penghianat. ”Yang seharusnya menangkap penjahat, ini malah bergabung dengan penjahat untuk memasukkan narkotika,” terangnya.

Mantan Kabareskrim tersebut menjelaskan, seharusnya bila bertemu dengan penghianat bangsa dan negara semacam ini selesai di lapangan saja.

”Hukumannya harus lebih berat lagi. Nanti, dia akan saya kirim ke Polri, bisa disidang etik dan langsung dipidana,” tegasnya.

Memang bandar narkotika terus berupaya merekrut aparat, terutama penegak hukum. Sebelumnya, setidaknya ada belasan aparat dari Sipir hingga Polisi yang telah tertangkap kongkalikong dengan bandar.

”Sebelumnya ada sipir yang pakai narkotika bareng napi di Cipinang, lalu ada sipir di Tarakan membawa 5 kg sabu. Seorang sipir di Sidoarjo juga tertangkap membawa 20 gram sabu,” jelasnya.

Buwas juga pernah menangkap Kasat Narkoba Polres Belawan AKP Ichwan Lubis yang pernah memeras bandar Akiong dengan mencatut nama Buwas. ”Tidak peduli aparat mana, semua yang terlibat narkotika ditindak,” terangnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital