Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

NU Protes Keras Rencana Pemerintah Kerja Sama dengan Al Baghdadi

PALU EKSPRES, KARAWANG – Rencana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren Al Baghdadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendapat protes keras dari Nadhlatul Ulama (NU).

Pengurus Cabang NU setempat keberatan lantaran Al Baghdadi dinilai bukan pesantren. Pun dengan pimpinanannya yang diduga melanggar aturan syariat Islam.

“Kami sangat tidak setuju jika ada bantuan atau kerjasama yang diberikan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun daerah ke Al Baghdadi. Sebab itu bukan pondok pesantren,” ujar Ketua PC NU Karawang, Ahmad Ruhyat Hasby, Selasa (25/7), dilansir RMol Jabar (Jawa Pos Grup).

Menurutnya, pondok pesantren itu ada syaratnya yaitu ada bangunannya, ada kyainya, ada santrinya dan nada pengajiannya.

“Pengajiannya juga harus jelas. Apa yang dikaji dan diajarkan. Ini kan enggak, mereka kan cuma seminggu sekali untuk kumpul-kumpul
saja,” katanya.

Bahkan, lanjut pria yang akrab disapa Kyai Uyan itu menjelaskan, jika PC NU sejak tiga tahun yang lalu sudah memberikan fatwa pada
pemerintah.

Terutama soal pribadi pimpinan Al Baghdadi yang dianggap sudah menyalahi aturan syariat Islam.

“Pimpinan Al Baghdadi sudah memiliki istri lebih dari empat orang dan itu sudah diluar syariat Islam. Syariat itu tidak boleh dilanggar, meskipun mengaku seorang sufi dan lain-lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika melihat sejarah, Syeh Siti Jenar itu dihukum karena melanggar fikih atau syariat Islam.

“Jika ada bantuan harusnya melalui NU, sebab NU dan pesantren itu tidak bisa dipisahkan. Nu lahir dari orang-orang pesantren dan
pesantren didirikan oleh orang-orang NU,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jendral Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan membuat
surat keputusan dengan nomor SK.16/PSKL/SET/KUM.1/7/2017.

Isinya tentang kemitraan Kehutanan Perum Perhutani dengan pondok pesantren Al Baghdadi, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam pengembangan Perhutanan Sosial Pola “Wanatani Nusantara”.

(mam/jpg/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital