oleh

Siapkan Dua Lini Pelayanan Kesehatan Haji

PALU EKSPRES, PALU – Tim pelayanan kesehatan haji Sulteng 2017, rencananya akan menyiapkan dua lini pelayanan kesehatan, untuk para jamaah haji asal Sulteng nantinya. Hal ini berdasarkan hasil rapat pemantapan persiapan pelayanan kesehatan jamaah haji Sulteng 2017, yang digelar di asrama haji transit Palu, Kamis (27/7).

Dua lini tersebut, yang pertama adalah pelayanan kesehatan pra-pelaksanaan haji, yang berlangsung jelang jadwal masuknya jamaah ke asrama haji transit Palu. Yang kedua, pelayanan kesehatan pada saat pelaksanaan haji, yakni dimulai pada saat jamaah telah masuk di asrama haji.

Ketua Tim Pelayanan Kesehatan Haji Sulteng, H. Burhan Tahir menjelaskan, untuk pra-pelaksanaan haji, dilaksanakan pengendalian vektor penakit, yakni dengan melakukan fogging (pengasapan) lingkungan asrama haji, baik luar ruangan maupun dalam ruangan.

Selain itu, turut diperiksa oleh tim kesehatan adalah air yang akan digunakan, baik yang diperuntukkan minum jamaah, maupun yang akan diolah bersama dengan bahan makanan.

“Demikian juga, bahan pangan yang akan diolah untuk makanan jamaah haji, nantinya itu semua harus diperiksa sanitasi pangannya, dalam hal ini bahan tersebut harus semua bersih, kemudian layak untuk dijadikan bahan makanan untuk dikonsumsi jamaah,” jelas Burhan.

Untuk pelayanan kesehatan pada saat pelaksanaan haji, Burhan menjelaskan, bahwa sejak par jamaah masuk ke asrama haji, tim akan langsung melaksanakan screening atau pemeriksaan kesehatan para jamaah.

Dalam screening tersebut, akan disiapkan 4 tim yang masing-masing terdiri dari 1 dokter dan para perawat, yang akan melaksanakan screening kadar Hb, screening TB, serta pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan dokumen kesehatan jamaah.

Khusus untuk jamaah perempuan yang masih dalam usia subur, lanjut Burhan yang juga Kepala UPT Penanggulangan Krisis Kesehatan dan Kesehatan Matra Dinkes Sulteng, akan turut dilaksanakan pemeriksaan urine. Pemeriksaan urine ini dimaksudkan untuk memastikan apakah jamaah tersebut sedang hamil atau tidak.

“Karena kalau misalnya dia hamil, maka tentu akan diperlakukan dengan sebaik-baiknya nanti dalam perjalanannya, kalau dia memenuhi syarat keberangkatan 14-26 minggu (usia kehamilan-red),” ujar Burhan.

News Feed