oleh

Masih Terkendala Minimnya Infrastruktur

UPACARA – Dandim Morowali , Kajari Morowali dan Wakapolres Morowali di Upacara 2 Tahun Morowali Utara (duduk) saat puncak peringatan HUT 2 tahun Kabupaten Morowali Utara di Kolonodale.

Dua Tahun Usia Morowali Utara
KOLONODALE, PE – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat  Morowali Utara karena berhasil menciptakan kehidupan yang selalu kondusif dan harmonis selama dua tahun sejak Morowali Utara dimekarkan dari Kabupaten Morowali. Ungkapan tersebut dikemukakan Wakil Gubernur Sudarto SH. M.Hum mewakili pemerintah provinsi pada ulang tahun ke-2 Kabupaten Morowali Utara, 23 Oktober 2015.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda tokoh pemuda, para pemuka agama, tokoh perempuan dan tokoh adat serta semua komponen masyarakat yang telah ambil bagian dalam turut membangun daerah ini dengan rasa memiliki, menguatkan kjerukunan dan persaudaraan, sehingga tercipta kehidupan yang selalu kondusif dan harmonis. Hal ini harus kita pertahankan untuk membawa daerah kita lebih maju dan berkembang,” aku Sudarto.

Kabupaten Morowali Utara disahkan sebagai daerah otonom baru dalam sidang paripurna DPR RI tanggal 12 April 2013  di gedung DPR RI tentang Rancangan UU Daerah Otonomi Baru (DOB). Landasan hukum terbentuknya Morowali Utara adalah UU No. 12 tahun 2013, dengan luas wilayah 18.262,00 km persegi dan kepadatan penduduk 5,71 jiwa/km persegi. Departemen Dalam Negeri pada 23 Oktober 2013 kemudian meresmikan dan melantik pejabat Bupati yang ditugaskan menjalankan pemerintahan sampai kehadiran bupati definitif pertama. Saat dimekarkan, Morowali Utara terdiri dari 9 Kecamatan . Namun kini, Morowali Utara memiliki 10 kecamatan dan 122 desa serta 3 kelurahan.

Kabupaten Morowali Utara merupakan wilayah yang didiami oleh mayoritas Suku Mori yang tergolong kelompok majemuk dan multikultur. Albert C. Kruyt dalam bukunya “het Lanschap Mori” mengklasifikasi penduduk Kerajaan Mori terdiri dari penduduk pribumi, yaitu mereka yang telah lama menetap dan menjadi warga Kerajaan Mori yang terbagi lagi dalam 3 (tiga) golongan, yaitu orang Mori asli, penduduk bukan orang Mori, dan penduduk asli bukan orang Mori (suku-suku lain) yang mendiami wilayah kerajaan dan penduduk suku-suku yang berasal dari daerah lain dan sejak berabad-abad melakukan eksodus dan menetap di wilayah Kerajaan Mori.

Diusianya ke-2, Morowali Utara masih diperhadapkan pada masalah infra struktur jalan, jembatan dan listrik serta pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dibulan September 2015 mentargetkan masalah infra struktur jalan dan jembatan bisa teratasi dengan diturunkannya sejumlah dana perbaikan, baik yang berasal dari APBN, dana Hibah Pusat maupun bantuan dari APBD provinsi.

Selama 2 tahun sejak dimekarkan, Morowali Utara dipimpin pejabat Bupati Harris Rengga. Morowali Utara akan memiliki pemimpin definitif  pertama yang akan dipilih melalui pilkada 9 Desember 2015  mendatang. (humas morut)

News Feed