oleh

Kakanwil Ingatkan Pentingnya Sosialisasi Pemahaman Terhadap Filosofi Program

PALU EKSPRES, PALU – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Abdullah Latopada mengingatkan seluruh jajarannya di tingkat bawah, untuk dapat mengimplementasikan program-progam yang telah dicanangkan, khususnya yang menjadi program-program andalan Kanwil Kemenag Sulteng.

Beberapa program yang telah dicanangkan tersebut, adalah program SIMPATIQ Siswa Madrasah Pencinta Tilawatil Qur’an (SIMPATIQ), Madrasah Sehat, Hijau dan Indah (SEHATI), Gerakan Anti Korupsi di Madrasah, pembentukan Forum Majelis Ta’lim Hubbul Wathan, gerakan 1000 Qori dan Qori’ah, serta Bank Data di tiap Kantor Kemenag.

“Program yang sudah kita launching, ada yang jalan dan ada yang belum jalan. Yang belum jalan ini, kita ingatkan kepada para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota, para guru serta Kepala Madrasah se-Sulteng, agar lebih serius lagi dalam mengimplementasikan program tersebut, dengan memberikan pengertian serta aksi nyata, hingga ke bawah,” kata Abdullah, belum lama ini.

Ia juga menekankan, perlunya sosialisasi pemahaman terhadap filosofi program, yang tidak hanya menyentuh secara fisik, tepi juga membangun jiwa dan hati, agar bersinergi dalam berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan dan masyarakat.

Hal ini sebelumnya juga telah disampaikannya, pada Rakor Pelaksanaan Program dan Evaluasi Anggaran Semester 1 tahun 2017 Kemenag Sulteng, pekan lalu.

Terkait program-program di madrasah, Abdullah berharap agar para Kepala Kemenag Kabupaten dan Kota, melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis), untuk dapat memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada para guru di madrasah, terkait dengan program-program yang menyentuh madrasah, seperti SEHATI, SIMPATIQ dan yang lainnya.

Bahkan, Abdullah menyarankan agar substansi dari program-program tersebut, dapat dimasukkan ke dalam kurikulim pembelajaran di madrasah, dengan beberapa mata pelajatan dapat diarahkan kepada hal-hal terkait, agar mudah diterapkan di dalam lingkungan madrasah, yakni madrasah yang lebih bersih, sehat, hijau, serta dapat membangun jiwa yang bersih, peduli dan jujur.

“Bila perlu, visi misi madrasah diarahkan kepada program-program tersebut,” ujarnya.
Contoh lainnya, terkait program Gerakan 1000 Qori dan Qoriah, melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais), Abdullah mengharapkan dapat disinergikan oleh Seksi Pendis dan madrasah, untuk mewujudkan generasi Qurani, yang nantinya mampu bersaingdi tingkat provinsi bahkan nasional.

“Begitu pula, dalam program pembentukan Forum Majelis Ta’lim Hubbul Wathan, perlu kerjasama antara Kepala Kantor Kemenag, Bimais dan KUA-KUA. Karena forum ini merangkul majelis-majelis Ta’lim yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya lagi.

(abr/Palu Ekspres)

News Feed