oleh

Buntut Penembakan oleh OTK, Polres Parimo Intensifkan Pengamanan Malam Hari

PALU EKSPRES, PARIGI – Polres Parigi Moutong dan jajaran Polsek di Parimo, terus mengintensifkan pengamanan dengan melakukan razia di jalan poros trans Sulawesi di Wilayah Kabupaten Parimo pasca tertembaknya salah seorang warga Desa Parigimpuu Kecamatan Parigi Barat, Kamis 3 Agustus 2017.

Kapolres Parimo, Sirajuddin Ramly mengatakan, razia ini dilakukan oleh anggotanya karena saat ini di wilayah Poso sedang dilakukan Operasi Tinombala dan melakukan pengejaran untuk mempersempit ruang gerak sipil bersenjata atau kelompok radikal, yang diduga sudah berada di wilayah pegunungan Parigi.

Kegiatan ini juga kata dia, dalam rangka mengimbangi Operasi Tinombala yang daerah operasinya sudah bergeser ke wilayah Kabupaten Parimo. “Karena diduga pelaku terorisme sudah berada di sekitar Pegunungan Parigi,’’ujar Kapolres saat melakukan razia di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan Mapolres Parimo Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Sabtu 5 Agustus 2017 sekira pukul 21.30 wita.

Lanjut Kapolres, dalam razia ini dilakukan secara selektif dan prioritas. Sasaranya adalah senjata api (Senpi), bahan peledak, senjata tajam (Sajam), minuman keras (Miras), narkoba, serta orang yang dicurigai masuk ke wilayah Parimo.

Selain itu, pihaknya juga memeriksa identitas penumpang di setiap mobil yang ditahan oleh anggotanya. “Pada saat rasia pihaknya juga membawa foto DPO dari kelompok radikal tersebut guna untuk mencocokkan apakah pada saat razia ada wajah yang sesuai dengan orang yang dicurigai,’’jelasnya.

Kapolres menambahkan, dalam razia ini melibatkan beberapa personil yakni Sabhara, Intelejen, Satuan Lalulintas, dan Satreskrim. Kapolres juga berpesan kepada pengendara roda dua maupun roda empat agar dalam perjalananya harus melengkapi surat-surat kendaraanya.
‘’Kalau anda dalam perjalanan surat-surat kendaraan anda lengkap, otomatis perjalanan anda juga akan lancar,’’tegasnya.

Ia berharap kepada pengendara roda empat bak terbuka yang peruntukanya hanya untuk barang agar tidak digunakan untuk memuat penumpang karena kata dia, apabila terjadi kecelakaan akibatnya sangat fatal.

(mg4/Palu Ekspres)

News Feed