oleh

Beli Gayung pada 10 Muharram Diyakini Bisa Bawa Rejeki

MITOS 10 MUHARRAM – Warga memadati salahsatu toko perabotan di bilangan Jalan Basuki Rahmat Palu untuk belanja peralatan dapur, tepat pada tanggal 10 Muharram 1437H, Jumat 23 Oktober 2015.

PALU, PE – Sebagian masyarakat muslim di Indonesia, meyakini tradisi belanja peralatan dapur tepat pada 10 Muharram bisa melancarkan rezeki. Maka 10 Muharram itu warga akan berjubel mendatangi pasar, atau toko perabotan rumah tangga untuk membeli peralatan dapur aneka rupa. Satu yang wajib terbeli adalah sebuah gayung.
Pemandangan ini juga terlihat di Kota Palu, Jumat 23 Oktober 2015. Selain mendatangi pasar-pasar tradisional, tak sedikit yang datang di toko-toko besar penjual perabotan rumah tangga. Seperti  terlihat di salahsatu toko perabotan rumah tangga di bilangan Jalan Basuki Rahmat.

Banyaknya warga yang berbelanja pada 10 Muharram 1437 Hijriah, membuat pelayan terlihat sedikit kewalahan untuk melayani pembeli yang berdatangan sejak pagi hari hingga malam tiba. Warga datang beramai-ramai bersama keluarga dan sanak familiy.

Bahkan tak jarang terlihat rombongan warga dari tempat jauh menggunakan mobil kap terbuka lalu berburu beragam peralatan dapur. Tak perlu mahal, asalkan sudah bisa memboyong sebuah gayung, baskom dan ember berbahan plastik. Sulviana, warga Kelurahan Tanamodindi mengatakan, tradisi ini sudah dilakukan keluarganya secara turun temurun mulai dari kakek hingga orang tuanya. Menurutnya, berbelanja peralatan dapur pada tanggal 10 Muharram Hijriah dipercaya bisa memudahkan rezeki. Selain membeli peralatan dapur, seperti baskom dan belanga, tak lupa dia membeli sebuah gayung, salahsatu barang yang wajib dibeli hari itu.

Gayung menurutnya merupakan alat dapur yang digunakan untuk menimba air. Simbol gayung itulah yang diyakini bahwa, setahun kedepan setelah membeli alat itu, rezeki akan senantiasa lancar ibaratnya menimba air dengan gayung dari dalam sebuah wadah besar. “Kelancaran rezeki itu Ibaratnya kita menimbah air, begitulah mitos yang kita dengar turun temurun dari orang-orang tua,”kata perempuan cantik ini kepada Palu Ekspres.

Cerita Lain datang dari Rusnang, salahsatu warga Kelurahan Kampung Lere Palu. Kedatangannya untuk belanja peralatan dapur diakui hanya sekedar ikut-ikutan pada keluarganya yang memang berniat memborong paralatan dapur. “Cuma Ikut ramai sih, tapi saya juga tetap beli gayung. Siapa tahu memang ada berkahnya,”jawabnya singkat.
Dalam Islam, 10 Muharram disebut juga hari Asyura. Dimana pada hari yang diagungkan itu umat Islam disarankan untuk berpuasa oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam sejarahnya, terdapat sedikitnya 28 peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 10 Muharram. Diantaranya adalah Hari pertama Allah mencipta alam dan menurunkan hujan, diterimanya taubat Nabi Adam as oleh Allah SWT, Nabi Idris diangkat ke langit, Nabi Nuh keluar dari perahunya dengan selamat setelah enam bulan berlayar ketika bumi ditenggelamkan Allah, Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud, Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa,Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara, Penglihatan Nabi Yaakub yang kabur dipulihkan Allah, Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya, Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam, Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari kejaran tentara Raja Fira’un, Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah, Nabi Sulaiman dikurniai Allah kerajaan yang besar, Hari pertama Allah menciptakan alam,Hari Pertama Allah menurunkan rahmat, Hari pertama Allah menurunkan hujan, Allah menjadikan ‘Arasy.

Kemudian Allah menjadikan Lauhil-Mahfuz, Allah menjadikan alam, Allah menjadikan Malaikat Jibril,  Nabi Isa diangkat ke langit, Allah menjadikan 7 petala langit dan 7 petala bumi, Allah menciptakan Nabi Adam as,  Allah menjadikan Siti Hawa,Allah menjadikan Syurga,Dimasukkan Nabi Adam ke dalam Syurga, Nabi Ibrahim dilahirkan,    Pada tanggal 10 Muharram 61H, terjadilah peristiwa yang memilukan dalam sejarah Islam, yaitu terbunuhnya Husein cucu Rasulullah di sebuah tempat yang bernama Karbala. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan “Peristiwa Karbala”.

Bahkan menurut satu riwayat dari Nu’aim bin Hammad, menyatakan akan ada satu peristiwa yangterjadi pada satu waktu nanti yang akan terjadi pada Tanggal 10 Muharram pada tahun yang tidak ada yang mengetahuinya. Peristiwa  adalah peristiwa pembaiatan Imam Mahdi.(mdi)

News Feed