oleh

Dokumen Terlambat, Tiga JCH Pemberangkatannya Tertunda

PALU EKSPRES, PALU – Keberangkatan tiga orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kota Palu menuju Embarkasi Balikpapan masih tertunda. Ketiga jamaah tersebut, masing-masing atas nama Darus, Darwati dan Faisal, sedianya tergabung dalam JCH Sulteng kloter 9 yang berangkat menuju Balikpapan pada Rabu (9/8).

Menurut Kepala Seksi Informasi Haji Kanwil Kementerian Agama Sulteng, H. Arifin, penundaan keberangkatan tiga jamaah tersebut akibat keterlambatan penyelesaian dokumen (paspor dan visa) melalui Kedutaan Arab Saudi di Jakarta.

Ia menjelaskan, ketiganya merupakan jamaah pengganti dari jamaah yang sebelumnya dinyatakan batal berangkat, sehingga pengurusan dokumennya juga selesai belakangan.

“Mereka jamaah pengganti tapi kemarin visanya sudah keluar. Terlambat memang diurus karena Kedutaan itu mengutamakan visa jamaah utama. Jadi, ada beberapa ratus jamaah pengganti itu yang (dokumennya) diurus belakangan,” jelas Arifin melalui sambungan telepon, Kamis (10/8).

Rencananya, ketiganya akan diberangkatkan menuju Balikpapan pada 14 Agustus 2017, dan selanjutnya akan bergabung dengan kloter 13 Embarkasi Balikpapan menuju Arab Saudi.
“Insya Allah mereka akan diberangkatkan tanggal 14 Agustus 2017 dan bergabung dengan kloter 13 Balikpapan,” lanjut Arifin.

Kloter 9 merupakan kloter terakhir JCH asal Sulteng, yang bergabung dengan JCH asal Provinsi Kalimantan Timur. Kloter ini diberangkatkan menuju Madinah pada Kamis 10 Agustus 2017.

Beberapa orang JCH Sulteng yang sebelumnya dirawat akibat sakit, baik di Klinik Embarkasi Balikpapan maupun di RS Kanujoso Balikpapan, akhirnya diberangkatkan bersama dengan kloter 9. Mereka adalah Hadidja Songgonabi Ritulibu (71 tahun, kloter 8) asal Kota Palu, Mahfud Lamasi Latana (67 tahun, kloter 8) asal Kabupaten Sigi.

Kemudian pasangan suami istri Mohammad Syauqi Suhaimi dan Wardiyah Nawawi Ahmad (66 tahun, kloter 7) asal Kabupaten Banggai, pasangan suami istri Sutoto Suyitno Sadat dan Munifah Nurhadi Karnadi (46 tahun, kloter 6) asal Kabupaten Morowali.

Sedangkan pasangan suami istri asal Kabupaten Parigi Moutong, yakni Hasna Mahmud Latif dan Mohammad Daftar Dahlan, yang sedianya tergabung dalam Kloter 7, diberangkatkan bersama kloter 9 menuju Madinah.

Sebelumnya, Mohammad Daftar Dahlan mendampingi istrinya dirawat di RS Anutapura Palu, dan berangkat bersama kloter 8 menuju Balikpapan. Namun, keduanya harus menunggu lebih lama di Embarkasi Balikpapan, karena seat pesawat yang mengangkut Kloter 8 menuju Madinah telah penuh.

(abr/Palu Ekspres)

 

News Feed