1.377 Napi di Sulteng Terima Remisi

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, PALU – Kegembiraan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indoensia ke 72 tahun ini juga turut dirasakan narapidana warga binaan (Warbin) pada sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) di wilayah Sulteng. Di moment ini, nara pidana banyak yang mendapat pengurangan masa menjalani pidana (remisi) dari pemerintah.

Untuk wilayah Sulteng terdapat sedikitnya 2.760 narapidana yang tersebar di seluruh Lapas dan Rutan kabupaten kota. Tahun ini 1.377 di antaranya mendapat remisi atau pengurangan masa menajalani pidananya. Dari jumlah tersebut, 12 diantaranya mendapat remisi umum seluruhnya atau bebas langsung tepat pada tanggal 17 Agustus.

Bacaan Lainnya

Kedua belas narapidana yang langsung bebas itu mendapat remisi umum seluruhnya atau masa menjalani pidana telah habis tepat tanggal 17 Agustus. 12 napi ini masing-masing berasal dari Lapas Palu sebanyak dua orang, Lapas Luwuk sebanyak dua orang, Lapas Toli-Toli tiga orang,Rutan Palu sebanyak tiga orang dan cabang Rutan Leok satu orang,Sementara empat lainnya dari Lapas Palu mendapat remisi umum tambahan.

Hal itu diaporkan Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) Sulteng Iwan Kurniawan,SH,M.Si dalam kegiatan pemberian surat keterangan (SK) remisi di Lapas Petobo Palu, Kamis 17 Agustus 2017. ”Jadi jumlah narapidana di Sulteng sebanyak 2.760 orang. kata Iwan Kurniawan dalam laporannya.

Dalam kesempatan itu, Iwan Kurniawan mengutarakan dengan pemberian remisi kepada 1.377 narapidana yang terdiri besarnya remisi satu bulan sampai enam bulan ada sejumlah uang alokasi APBN untuk makan minum warga binaan Kanwil Kementerian Hukum dan Ham dapat menghemat anggaran sebesar 1 milyar seratus tiga puluh tiga juta lima ratus tujuh puluh enam rupiah.

Sementara itu Gubernur Sulteng Drs.H Longki Djanggola M.S.I membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoli berpesan narapidana yang telah bebas agar berjanji kepada diri sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum, kembalilah kepada keluarga, dan jadilah anggota masyarakat yang baik. Jadilah insan yang taat hukum, Insya Allah Tuhan yang maha kuasa akan melindungi dan mengiringi Keiklasan dan ketulusan saudara untuk menjadi manusia yang bermartabat, bermanfaat dan berahlak mulia.

”Dan kepada seruruh Jajaran Permasyarakatan, tetap menjadi pelayan masyarakat yang mempunyai semangat mengabdi dengan tulus dan ikhlas penuh dedikasi, memiliki komitmen untuk menjaga integritas moral dan memiliki keyakinan untuk membangun Permasyarakatan yang lebih baik.

(*/kia/Palu Ekspsres)

Pos terkait