Menyimak pernyataan Ketua Tim Penjaringan DPC Partai Hanura Donggala tersebut, berarti peluang Kasman-Anita diusung oleh Partai Hanura telah tertutup rapat. Terlebih lagi sikap Kasman yang hanya mendaftar namun tidak mengembalikan berkas ke tim penjaringan, menunjukkan bahwa incumbent tidak serius ingin menggunakan Partai Hanura sebagai kendaraan politik di Pilkada Donggala 2018.
Wacana duet Kasman-Anita, sebelumnya juga dihembuskan karena pasangan ini berharap bisa menarik simpatik pengurus Partai Golkar agar bisa direkomendasikan menggunakan partai beringin rimbun ini di suksesi kepemimpinan 2018. Namun melihat arah politik sejak Partai Golkar Donggala dipimpin oleh Rusdy Mastura, maka akan cukup sulit bagi Kasman Lassa untuk mendapat restu dari Rusdy Mastura. Informasi yang diperoleh dari kalangan dekat Cudi-panggilan akrab Rusdy Mastura- mantan Walikota Palu ini pernah merasa frustasi dengan sikap Kasman Lassa yang tak bias menerima masukan dari Cudi ketika periode awal kepemimpinan Kasman-Vera Laruni. Padahal, publik mengetahui jika ada andil Cudi dalam menyukseskan kemenangan pasangan Kasman-Vera Laruni.
Bagaimana sikap Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola terkait keinginan Kasman menggandeng M. Yasin? Sumber resmi dari internal pengurus Gerindra Sulteng menyebutkan bahwa keinginan Kasman menggandeng M Yasin jadi pendampingnya di Pilkada Donggala belum mendapat restu dari Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola.
Informasi yang beredar, Longki sangat berkeinginan mendorong Datu Lamarauna sebagai calon pendamping Kasman. Sementara dari pihak Kasman, kurang ‘sreg’ dengan nama yang disodorkan oleh Ketua Gerindra Sulteng dan lebih memilih untuk dipasangkan dengan M. Yasin.
(fit/Palu Ekspres)






