Waduh, Tunggakan Peserta BPJS Palu Tembus Rp50 M

  • Whatsapp
adv

PALU EKSPRES, PALU – Tunggakan iuran peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Palu menembus kurang lebih Rp50 miliar. Ini terakumulasi dari sekitar 1.418.731 peserta yang terdaftar di wilayah Sulteng.

Tunggakan peserta ini tersebar di lingkup kerja BPJS Kesehatan cabang Palu yakni Kota Palu,Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, Poso,Tolitoli, Sigi dan Kabupaten Buol.

Bacaan Lainnya

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu, Hartati Rachmi menjelaskan, harusnya peserta menyadari pentingnya iuran tersebut. Karena dengan iuran itu akan digunakan untuk membiayai klaim pelayanan kesehatan bagi peserta lain.

“Kekuatan kita disitu. Ini sistem gotong royong,”kata Hartati, Selasa 22 Agustus 2017.
Sejauh ini menurut Hartati, tunggakan itu memang belum memengaruhi pembiayaan klaim peserta pada fasilitas kesehatan (Faskes). Namun jika jumlah tunggakan itu terus bertambah karena tiadanya kesadaran peserta untuk melunasi iuran tepat waktu, maka kemungkinan besar bisa menghambat pembayaran klaim ke faskes.

“Kalau terus begitu bisa-bisa kita tidak dapat membiayai jaminan,”ujarnya.
Dia berharap masyarakat bisa memahami sistem kerja BPJS Kesehatan. Jelas Hartati, tak ada sanksi hukum yang bisa diberikan bagi peserta mandiri yang menunggak selain menonaktifkan kepesertaan. Pembayaran iuran harusnya muncul dari kesadaran sendiri.

“Kecendrungannya memang masyarakat baru mau melunasi iuran ketika mengalami sakit,”katanya.

Upaya yang bisa dilakukan BPJS Kesehatan saat ini hanya sekedar mengonfirmasi peserta. Setiap hari seorang pegawai ditugasi menghubungi tiga peserta yang tercatat menunggak untuk mengingatkan pembayaran iuran.

Pada bagian lain, Hartati menyebut jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Palu hingga Juli 2017 mencapai 1.418.731 jiwa.

Termasuk di dalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS oleh pemerintah. Kota Palu sebanyak 24.278 jiwa, Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 15.010 jiwa, Donggala13.186 jiwa, Poso 4.880,Tolitoli sebanyak 12.520, Sigi 5.989 dan Buol sebanyak 8.679 jiwa.

Pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. BPJS Kesehatan Palu kini telah bermitra 185 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Terdiri dari116 Puskesmas, 28 dokter praktik perorangan, 11 dokter praktik gigi Perorangan dan 14 klinik pratama.

Pos terkait