oleh

Gerindra Sulteng Laporkan Pakde Santoso

Catut Nama Prabowo
PALU, PE – Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya melaporkan Pakde MT. Haryono alias Santoso dengan dalih hukum menyebarkan informasi bohong dan menyesatkan. Karena terkait pemilihan kepala daerah maka laporan disampaikan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum Sulawesi Tengah.

Demikian disampaikan Tim Advokasi dan Humum DPD Partai Gerindra Sulteng. “Laporan dugaan pelanggaran Pilkada ini,  awalnya dilapor di Polda akan tetapi hal ini berkaitan dengan Pilkada maka tahapan dan mekanismenya melalui Bawaslu sesuai arahan Polda,” jelas Amir Pakude, Advokat Gerindra, Minggu, 25 Oktober 2015. Dalam laporan ke Bawaslu dengan nomor 11/LP/PILKADA/X/2015, Amir menjelaskan, isinya berisi laporan menyebarkan informasi Bohong dan menyesatkan, dengan terlapor MT. Haryono alias Santoso alias Pakde.

Calon Gubernur Longki Djanggola sendiri sejak awal sudah menyampaikan akan segera melaporkan hal itu. Menurutnya, hal ini terkait dengan organisasi. Longki mengatakan, “secara logika, orang yang mengaku-ngaku atau ingin menipu, berbohong tentu akan menemui orang yang tidak bisa mencium kebohongannya. Kalau dia datang dan mengaku kepada kami, tentu tidak akan bisa. Karena kami dengan mudah dapat mengendus kebohongannya dengan menghubungi langsung Pak Prabowo atau Ahmad Muzani, Sekjen Gerindra. Itulah makanya dia datang ke sebelah.

”Untuk diketahui, dalam kampanye beberapa waktu lalu, seseorang yang mengaku utusan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum Partai Gerindra berkampanye untuk calon yang tidak diusung oleh partai berlambang burung Garuda ini.

Belakangan diketahui yang bersangkutan sama sekali tidak terdaftar sebagai pengurus DPP Partai Gerindra atau sayap-sayapnya. Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani pun meminta kasus ini segera dilaporkan ke pihak berwenang. “Untuk memastikan dukungan Pak Prabowo kepada Pak Longki sekaligus mengklarifikasi soal itu, Pak Prabowo menjadwalkan untuk menjadi juru kampanye pada  kampanye Pilgub putaran terakhir di Palu,” jelas Muzani.(humas)

News Feed