Minggu, 9 Agustus 2026

Kasus Hubungan Industrial di Palu Meningkat

PALU EKSPRES, PALU -Kasus perselisihan hubungan industrial antara perusahaan dan tenaga kerja di Kota Palu meningkat dua tahun terakhir. Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kota Palu mencatat, hingga Agustus 2017 perselisihan hubungan industrial sudah sebanyak 46 kasus.

Perselisihan itu melibatkan sedikitnya 42 perusahaan dan 143 tenaga kerja. 19 kasus diantaranya selesai dengan kesepakatan damai kedua belah pihak. Dua kasus bergulir ke pengadilan hubungan industrial sebagai anjuran dinas.

Kemudian tiga kasus dalam proses penerbitan anjuran, 13 kasus sedang dalam proses mediasi, empat kasus berhenti lantaran ketidak hadiran kedua belah pihak dalam mediasi. Dan lima kasus lainnya sedang menunggu sidang mediasi. Demikian data yang dibeberkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Sudaryano Lamangkona dalam Libu Todea baru-baru ini.

Sudaryano menyebut jumlah ini naik dari tahun 2016 silam. Total jumlah perselisihan industrial yang tercatat sepanjang 2016 sebanyak 48 kasus. Ano, sapaan akrab Sudaryano Lamangkona menyebut perselisihan itu menggambarkan tidak kondusif dan harmonisnya hubungan industrial di Kota Palu.

“Jika melihat situasinya kami prediksi tahun ini perselisihan bisa mencapai 90 kasus,”katanya. Ano menjelaskan perselisihan kerap terjadi lantaran dipucu produktivitas usaha perusahaan. Perusahaan kerap merumahkan sepihak pekerja lantaran menurunya produktivitas hasil usaha.

“Biasanya ini disebabkan menurunnya distribusi bahan baku ke perusahaan. Ini memang terjadi secara nasional,”jelasnya. Menurutnya, kewenangan pengawasan ketenagakerjaan kini sudah beralih ke tingkat provinsi. Ini juga menjadi salahsatu pemicu pertumbuhan masalah hubungan industrial.

“Juga tak adanya kesadaran kepatuhan hukum pengusaha terhadap karyawan,”ujarnya. Ano berpendapat perlu adanya peningkatan aturan ketenagakerjaan yang lebih ketat. Sehingga tak ada celah bagi perusahaan berbuat semena-mena terhadap karyawan.

“Perketat regulasi kemudian diinformasikan kepada perusahaan agar mereka mengetahui kewajibanya,”jelas Ano. Selain masalah perselisihan, Ano juga mengungkap permasalahan pekerja out sourching (alih daya) yang juga mengalami peningkatan. Ini terjadi karena tidak jelasnya perlindungan yang diberikan perusahaan bagi pekerjanya.

Otomatis hal tersebut memunculkan perselisihan berkepenjangan, baik perselisihan hak, kepentingan maupun PHK. Belum lagi tambah Ano sebagain perusahan di Palu belum memenuhi syarat administratif sebagaimana UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 19 tahun 2012.

Sayangnya dalam Libu todea itu, 10 perusahaan yang sedianya hadir, tidak mengutus wakilnya. Padahal Libu todea dilaksanakan untuk mencari akar permasalahan dari kedua belah pihak untuk selanjutnya menyepakati solusi yang lahir dari pertemuan itu. Pemandu Libu todea, Adha Nadjamudin mengatakan, permasalahan yang mengemuka dalam forum bernuansa adat kaili itu akan dilaporkan secepatnya ke Walikota Palu.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization