Sebab, pengurangan nomor secara drastis tersebut membuat kouta atlet nasional yang tampil di Asian Games 2019 juga akan menjadi sangat sedikit.
Dalam memperjuangkan nomor-nomor andalan tetap dipertandingkan di Asian Games 2018, pihak FPTI sudah mengirimkan surat meminta bantuan kepada pihak-pihak terkait, seperti KOI dan Rita Subowo selaku Ketua Perwakilan OCA di Indonesia. Bahkan surat kepada Wapres sudah pernah dilayangkan, namun hal ini belum mendapat respon.
“Hari ini kami akan mengirimkan surat kedua kepada Wapres agar membantu panjat tebing tetap mempertandingkan nomor-nomor andalan di Asian Games 2018, demi Indonesia agar meraih sukses prestasi pada pesta olahraga tingkat Asia. Masih ada waktu untuk berjuang,” tegas Faisol.
Manajer Pelatnas Asian Games 2018 yanag juga Wakil Ketua PP FPTI, Pristiawan Buntoro mengakui bahwa nomor andalan Indonesia saat ini adalah nomor speed. Hal itu terlihat dari kemajuan para atlet yang saat ini menjalani Pelatnas di Yogyakarta.
Untuk nomor speed, Sabri dan Aspar, dalam latihan Pelatnas sudah beberapakali memecahkan rekor dunia. Atlet putri kita juga sudah ada yang bisa menyamai rekor dunia saat test event di Cikole pekan lalu. Jadi kita optimis nomor speed ini berpotensi besar meraih emas,” jelasnya.
Dengan demikian, jika Asian Games 2018 hanya mempertandingkan nomor kombinasi atau gabungan speed, lead dan boulder, maka peluang emas menjadi berat. Sebab, Jepang Korea Selatan serta beberapa negara lain saat lebih dominan di nomor lead dan boulder.
(jpnn)






