Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Berburu Simpati Partai Demokrat di Pilkada 2018, Baru Morowali Terisi

PALU EKSPRES, PALU – Perburuan simpati Partai Demokrat menuju ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Sulteng, bakal berlangsung ketat di dua kabupaten, yakni Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong (Parimo).

Untuk Kabupaten Donggala, sedikitnya 10 tokoh saling berkompetesi untuk merebut tiga kursi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini. Mereka adalah drg. Anita B Nurdin (birokrat), Abdul Rahman (pengusaha) Tajwin Ibrahim ( Advokat), Hasan Latjinta (mantan Birokrat) Burhanudin Lamadjido (pengusaha) Tema Muhammad ( birokrat), Irham T Maskura (birokrat), Abubakar Aljufri (Politisi) Kasmuddin ( mantan Birokrat) serta Kasman Lassa sebagai Bupati petahana.

Banyaknya figur dan tokoh parpol yang mendaftar di Partai Demokrat, membuat ketatnya persaingan berebut simpati partai berlambang Mercy tersebut di kabupaten tertua di Sulteng itu.

Namun dari dinamika politik terkini yang ada di Donggala, sejumlah kalangan mulai memprediksi jika simpati Partai Demokrat bakal mengalir ke drg. Anita B. Nurdin. Prediksi itu didasari pernyataan drg. Anita beberapa hari lalu, yang mencantumkan Ketua DPC Partai Demokrat Donggala Arifuddin Hatba Dg. Matandu, masuk dalam daftar salah satu nama calon pendampingnya menuju Pilkada serentak 2018 di Donggala.

“Sudah ada beberapa nama calon pendamping, termasuk nama Ketua DPC Partai Demokrat Donggala Arifudin Hatba Dg Matandu,” kata drg. Anita pada paparan visi misi di hadapan Tim Seleksi Bakal Calon Bupati DPD Partai Demokrat Sulteng, Sabtu (9/9/2017), di Sutan Raja Hotel Palu.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal untuk membangun bargaining koalisi parpol bagi Partai Demokrat yang memiliki tiga kursi di Donggala. Dan, bagi Demokrat, keikutsertaan salah satu kadernya di suksesi kepemimpinan Donggala 2018, merupakan investasi politik menuju Pemilihan legislatif dan Pemilihan Presdien 2019.

Begitu juga dari sisi popularitas dan elektabilitas, sejumlah kalangan juga menilai drg. Anita adalah salah satu figur yang memiliki kans kuat untuk keluar sebagai peraih suara terbanyak di Pilkada Donggala 2018 nantinya. Hal itu terbukti saat Pilkada sebelumnya, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala ini pada putaran pertama meraih suara terbanyak.
Walau pada putaran kedua, suaranya ketika itu selisih tipis dengan pasangan Kasman Lass-Vera L. Laruni (KAVE).

Fakta tersebut semakin memperkuat prediksi jika simpati Partai Demokrat bakal dalam genggaman drg. Anita. Karena selain ditunjang oleh elektabilitas, ia juga memiliki popularitas, komitmen, integritas serta isi tas.

Bagaimana dengan arah simpati Partai Demokrat di Parimo. Selain petahana Samsurizal Tombolotutu, perburuan lima kursi Partai Demokrat di Kabupaten Parimo, juga menjadi pertarungan bagi dua kader terbaik Partai Demokrat, yakni Amrullah S Karim Alamahdaly anggota DPRD Provinsi Sulteng dan Abdul Haris Lasimpara yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Parimo.

” Ini sebenarnya cukup menarik, sebab keduanya memiliki peluang untuk diusung Partai Demokrat. Namun demikian, Demokrat harus berkoalisi dengan parpol lain. Soalnya jumlah kursi hanya lima, dan itu tidak bisa mengusung calon sendiri,” kata Subagio S.Kom, salah satu politisi Partai Demokrat Sulteng.

Menjawab perlunya Partai Demokrat berkoalisi untuk mengusung satu paket calon, Samsurizal sudah memenuhi syarat jika Demokrat menjatuhkan pilihannya ke incumbent. Sebab, Partai Bulan Bintang (PBB) yang memiliki tiga kursi telah menetapkan usungannya ke Samsurizal-Badrun Nggai. Artinya, pasangan yang mengusung tagline SABAR itu memiliki kans terkuat memperoleh simpati Partai Demokrat karena koalisi Partai Demokrat-PBB telah mengantongi delapan kursi. Sehingga, telah memenuhi syarat minimal untuk mengusung satu paket calon di Parimo.

Begitu juga kalau berbicara popularitas dan elektabilitas, Partai Demokrat diprediksi lebih condong memberikan simpatinya kepada Samsurizal Tombolotutu, walau incumbent tersebut sudah menetapkan jauh-jauh hari pendampingnya, yakni Badrun Nggai. Pilihan menjatuhkan rekomendasi ke Samsurizal, lebih pada pertimbangan investasi politik jangka panjang.

Sementara itu, dinamika politik di Donggala dan Parimo sangat berbeda dengan perburuan lima kursi Partai Demokrat di Kabupaten Morowali. Perahu partai berlogo Mercy ini, dipastikan akan jatuh ke tangan Ketua DPC Partai Demokrat Morowali Syarifudin Hafid. Pasalnya, dari sekian balon Bupati yang mendaftar, hanya Syarifudin Hafid ” Sang Penerus” yang mengikuti mekanisme Partai melalui Tim Seleksi (Timsel) Balon Bupati DPD Partai Demokrat Sulteng.

Terlebih lagi Syarifuddin Hafid memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng Anwar Hafid.

Untuk diketahui, sejak Sabtu (9/9/2017) hingga Rabu (13/9/2017), para balon Bupati ini secara bergantian menjual program visi misi serta gagasan di hadapan Tim Seleksi Balon Bupati DPD Partai Demokrat Sulteng yang berlangsung di Sutan Raja Hotel dan Roa-roa Hotel.

Jualan program para balon Bupati ini, sedikitnya memberikan gambaran kepada Timsel sejauhmana komitmen, kapabilitas serta integritas balon Bupati ini jika mengantongi rekomendasi partai Demokrat dan lalu terpilih.

Sekretaris Tim Seleksi DPD Partai Demokrat Sulteng M Darwis Kamaruddin menuturkan, empat kriteria yang menjadi landasan penilian bagi Timsel yakni, pemahaman balon Bupati terhadap potensi dan permasalahan daerah. Visi misi yang diemban dalam rangka memberikan solusi terhadap permasalahan pembangunan. Kemudian melakukan penilaian terhadap integritas, popularitas dan elektabilitas bakal calon serta yang tidak ketinggalan, sejauhmana strategi dan dukungan operasional pemenangan para bakal calon Bupati.

Dari hasil ini tambah Darwis, akan ditindaklanjuti ke DPP Partai Demokrat, untuk kemudian menjadi pertimbangan DPP dalam mengeluarkan rekomendasi terhadap balon Bupati yang dinilai memenuhi persyaratan. ” Intinya, rekomendasi ini berpulang kepada DPP selaku lembaga yang memiliki kewenangan penuh dalam menetapkan balon yang akan diusung dalam Pilkada serentak di Sulteng melalui Partai Demokrat, “tandasnya.

(fit/Palu Ekspres)