Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Dua Jamaah Kloter 7 asal Banggai Dirawat di Balikpapan

PALU EKSPRES, PALU – Dua orang jamaah haji Indonesia asal Provinsi Sulteng, yang tergabung dalam kloter 7 Embarkasi Balikpapan, menjalani perawatan di Balikpapan jelang keberangkatan menuju Sulteng, yang dijadwalkan pada hari ini Senin 18 September 2017.

Sebagaimana dilaporkan Kepala Seksi Informasi Haji Kanwil Kemenag Sulteng, H. Arifin, kedua jamaah tersebut, atas nama Hj. Juhuria asal Kanupaten Banggai, dirawat di RS Kanujoso Balikpapan karena mengalami sesak nafas, dan sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung.

Jamaah lainnya bernama H. Ridwan asal Kabupaten Banggai, yang dirawat di Klinik Kesehatan Asrama Haji Balikpapan.

“Untuk keberangkatan keduanya ke Sulteng besok (hari ini-red), masih menunggu kepastian kondisi kesehatannya malam ini,” kata Arifin, melalui sambungan telepon, Minggu 17 September 2017.

Jika hingga malam jelang keberangkatan tersebut, keduanya belum mendapat rekomendasi dari tim kesehatan, maka dipastikan akan ditanazul (dititip) pada kloter berikutnya.

Sebelumnya dilaporkan, seluruh jamaah kloter 7 yang berjumlah 444 orang jamaah ditambah 5 orang petugas kloter, telah tiba dari Jeddah Arab Saudi pada Minggu 17 September 2017 di Embarkasi Balikpapan. Kepulangan jamaah tersebut ke Sulteng terjadwal tiga trip, yakni masing-masing pada pukul 6.30, 6.45 dan 9.35 pagi WITA.

Jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, merupakan jamaah yang berasal dari berbagai daerah di Sulteng, yakni dari Kabupaten Poso, Tolitoli, Banggai, Morowali Utara, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong dan Tojo Unauna.

Selain kedua jamaah yang dirawat, sejumlah jamaah kloter 7 lainnya, juga sedang dalam observasi dari tim kesehatan setelah sempat mendapatkan perawatan, baik di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun di RS Mina dan RS King Faisal Arab Saudi.

Para jamaah tersebut, yakni H. Mardin, Hj. Sitti Masamah, Hj. Sarmin Abdullah dan Hj. Suhra. Sedangkan H. Ridwan Lobian dilaporkan membutuhkan ambulance setiba di bandara. Sedangkan sebelas jamaah lainnya membutuhkan kursi roda.

(abr/Palu Ekspres)