Sabtu, 25 April 2026
Daerah  

Tak Dipinjamkan Ambulans, Ibu Ini Terpaksa Bawa Jenazah Anaknya Naik Angkot, jadi Viral

Saat turun angkot itulah, bayi Berlin mengalami kejang-kejang. ’’Anak saya langsung masuk ruang Alamanda RSUDAM,” terangnya.

Setiba di rumah duka, jenazah bayi malang tersebut langsung dimakamkan di belakang rumah. Pemakaman tetap dilangsungkan meski saat itu sedang hujan deras.

Usai pemakaman langsung digelar tahlilan di rumah bercat hijau itu. Usai takziah, Pemerintah Kabupaten Lampura melalui Camat Abung Timur Mu’ad memberikan santunan kepada pihak keluarga.

Diketahui, kasus ini mencuat setelah foto Delpasari yang tengah memeluk jenazah buah hatinya di dalam angkutan kota (angkot) jurusan Rajabasa–Tanjungkarang menjadi viral di media sosial.

Informasi ini kali pertama tersebar melalui akun Instagram milik @seputar_lampung. Dalam foto itu, sang ibu menggunakan baju merah dan celana tidur putih motif merah dengan rambut terkuncir. Di pelukannya, sang bayi dibungkus menggunakan kain hijau.

Dalam keterangan foto tertulis, Seorang ibu asal Kotabumi, Lampung Utara, terisak di dalam angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa sembari menggendong mayat putrinya yang baru saja meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung, Rabu (20/9/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Tidak banyak keterangan yang bisa dikorek dari si ibu karena beliau sedang berduka dan terus menangis. Ia hanya bilang putrinya masih berumur 1 bulan, meninggal setelah operasi. Sayangnya, pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkannya menggunakan ambulans, tanpa alasan yang jelas.

“Saya terpaksa menggendong sendiri jenazah putri kami dan pulang dengan angkutan umum karena pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkan dengan ambulans,” ujar ibu tersebut, menolak menyebutkan namanya.

Ibu itu menduga, kemungkinan dirinya tidak mendapat layanan ambulans karena sang putri hanya berobat menggunakan fasilitas BPJS. Benarkah pasien BPJS tidak berhak mendapat layanan ambulans? Atau seperti apa prosedur mendapatkan layanan ambulans dari RSUAM? (tanya lho, ya…).

Usai postingan ini diunggah, langsung menjadi viral. Foto itu mendapat like dari 2.324 akun. Berbagai komentar warganet pun bermunculan. Seperti @ion_ulvah yang mengatakan Innalillahi…begitu rendahkah nyawa manusia dibanding dengan uang?.

Senada, akun milik @yudi_al_mukmin turut memberi komentar: ”Karna alasan kagak punya uang kalik makanya ibu malang itu kagak mau di anter. @khairaniranran bahkan sampai menandai Presiden Joko Widodo melalui Instagram miliknya, Pak gimana kalau udah kaya gini? @Jokowi.

Sementara, Kepala Bagian Humas RSUDAM Bandarlampung Ahmad Sapri mengatakan, bayi dari sang ibu Delpasari sudah masuk RSUDAM sejak Senin (18/9). Dengan diagnosis sesak napas, kejang dan step. ’’Kemudian dirawat di ruang anak Alamanda, tapi hari ini (kemarin0 sekitar jam 10.30 bayi dibawa ke ICU (intensive care unit) milik RSUDAM. Namun berdasarkan catatan rumah sakit, bayi mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.15,” beber Sapri melalui telepon selulernya.

Lantas, Delpasari langsung mengurus kepulangan bayinya dengan menggunakan bantuan ambulans milik rumah sakit. Namun karena menggunakan pelayanan BPJS, bayi itu tidak bisa menggunakan akses ambulans secara cuma-cuma. ’’Karena kan kalau pelayanan BPJS tidak dapat menggunakan ambulans, kecuali untuk rujukan.

Misalnya harus dibawa ke Jakarta itu ditanggung semuanya. Kalau pasien meninggal tidak ditanggung. Tetapi, petugas kami sudah memberikan informasi itu. Namun si ibu langsung saja membawa bayinya pamit pada petugas ICU. Petugas tahunya bayi itu dibawa menggunakan ambulans atau kendaraan keluarga. Ternyata menggunakan angkot,” lanjut Sapri.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777