PALU EKSPRES, PALU – Dua perusahaan asing asal China dan Korea kembali menjalin kerjasama investasi dengan pengelola bisnis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu yakni PT Palu Bangun Sulawesi Tengah (PBST). Keduanya adalah Tidfore asal China dan Korean Western Power (KOWEPO) asal Korea. Kerjasama investasi ditandai dengan penandatanganan MOU kedua belah pihak, Rabu (20/9) di Palu.
Kowepo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kelistrikan. Perusahaan ini rencananya membangun pembangkit listrik dalam KEK Palu dengan daya 5000 Megawatt. Di Korea, perusahaan ini mengoperasikan peralatan pengembangan dan pembangkit sebesar 14.000 Megawatt.
Sekdaprov Sulteng, M Hidayat Lamakarate mewakili Gubernur dalam pendandatangan itu menyebut, nilai investasi kedua perusahaan itu diperkirakan mencapai kurang lebih 5 US Dollar.
Pemprov Sulteng menurut Hidayat mendukung penuh pihak swasta yang akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam memajukan pembangunan. Karenanya ia meminta jajarannya memberi dukungan penuh dalam mewujudkan iklim investasi yang kondusif.
“Diwujudkan dengan memberi kemudahan kepada semua pihak yang ingin berinvestasi, secara kongkret. Kami menjamin kemudahan dalam mengajukan perijinan dan administrasi. Serta memberi perlindungan penuh kepada investor,”kata Hidayat dalam sambutannya.
Namun dia juga meminta agar perusahaan yang akan berinvestasi dan beroperasi di Sulteng kiranya dapat melibatkan warga lokal dalam merekrut karyawannya. Hal itu penting jelas Hidayat agar tidak menimbulkan resistensi ditengah-tengah masyarakat. Sebab Gubernur lanjutnya sejauh ini telah berkomitmen memberi jaminan kemudahan perizinan dan administrasi bagi perusahaan yang ingin berinvestasi di Sulteng.
“Untuk itu para investor harus betul-betul serius berinvestasi. Insya Allah bapak Gubernur akan memberi perlindungan selaku pemerintah kepada para investor,”tandasnya. Presiden sekaligus CEO Kowepo, Mr Jung Ha Hwang mengamini seluruh harapan pemerintah setempat.
Pihaknya mengaku akan berusaha bersama memajukan industri tenaga listrik di Indonesia sekaligus memajukan masyarakat. Karena Indonesia kata Mr Jung merupakan pemimpin di kawasan Asean yang sedang mengalami perkembangan yang sangat penting. Sementara itu, Mr HU, perwakilan pemerintah Republik Rakyat Cina mengucapkan selamat atas kerjasama itu.
Pemerintah Cina menurutnya juga mendukung penuh kerjasama yang dilakukan perusahaan Tidfore dalam melakukan investasinya di Sulteng Indonesia. Ketua Pembina Nawacita Presiden RI, Suryo Atmanto yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan kerjasama itu adalah perwujudan Nawacita dalam melakukan percepatan pembangunan Indonesia. Presiden menurutnya memang menginginkan pembangunan dimulai dari pinggiran. Menurutnya pembangunan dimulai dari pinggiran agar derap pembagunan dapat merata.
“Jika ada segelintir orang selalu mengatakan program 35.000 Megawatt mustahil, maka kami di Nawacita Indonesia yakin bisa terwujud, itu tugas kami didalam untuk melakukan kajian dan studi mendalam. Karena di luar negeri saja bisa maka kita pun harus bisa,”tutup Suryo.
(mdi/Palu Ekspres)






