Minggu, 5 April 2026
Palu  

Pos Satpol PP Diserang, Hidayat Desak Polisi Tangkap Provokator

PALU EKSPRES, PALU – Walikota Palu Hidayat mendesak aparat kepolisian menangkap provokator dibalik penyerangan pos penjagaan satuan polisi pamong praja (Satpol-PP), Kamis malam, 28 September 2017 di pasar inpres Manonda Palu.

Penyerangan warga dan pedagang dipicu lantaran penertiban barang dagangan oleh petugas disekitar pasar. Penyerangan itu menyebabkan seorang petugas Satpol PP bernama Wahyudi (25) terluka dibagian kepala akibat dipukul benda keras dan dilarikan kerumah sakit.

“Saya minta dengan sangat polisi bergerak cepat segera menangkap provokator itu,”tegas Hidayat, saat menjengkuk korban di RS Anutapura Palu, Jumat 29 September 2017.
Hidayat menyebut, provokator yang belakangan diketahui bernama Ote, terbukti adalah otak dibalik penyerangan itu. Pasalnya informasi yang ia terima ungkap Hidayat, sebelum penyerangan, pelaku Ote datang bersama ratusan warga dan memerintahkan pedagang disekitar pos menutup warung karena akan ada penyerangan.

“Sudah sangat jelas banyak yang menyaksikan dia (Ote) menyuruh orang menutup warung. Artinya ini sudah direncanakan,”bebernya. Hidayat menegaskan, jika tidak segera ditindaklanjut , dikawatirkan akan berdampak pada terjadinya gesekan yang lebih besar antara warga. Apalagi pelaku itu jelas Hidayat memang telah berulang kali memimpin warga melakukan perlawanan terhadap petugas. Bahkan katanya si pelaku sudah pernah diproses kepolisian. Namun sayang selalu saja dilepas tanpa konsekwensi hukuman.

“Siapa sebenarnya si Ote ini. Apa sulitnya menangkap. Meskipun saya dengar adiknya juga seorang polisi. Justru adiknya yang harus segera menangkap agar permasalahan ini tidak meluas,”tekan Hidayat.

Hidayat menyebut, permasalahan penyerangan yang berujung pemukulan petugas ini, harus segera ditanggapi serius. Jangan sampai kata Hidayat peristiwa bentrok dengan kuantitas besar kembali terjadi, seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu di pasar masomba Palu.

“Kita ingin Palu ini aman. Jangan terulang seperti kejadian Masomba dulu. Jangan bikin kacau di Palu,”tegasnya. Walikota pun meminta warga yang tersulut akibat pemukulan petugas untuk menahan diri. Jangan menciptakan gerakan-gerakan yang bisa memicu konflik lanjutan. Karena itu Hidayat sekali lagi meminta aparat kepolisian segera bertindak tegas.

“Saya tegaskan juga, kalau polisi tidak mau segera menagkap, jangan sampai kita yang tangkap si Ote ini,”tegasnya lagi. Dia menegaskan Pemkot Palu tidak akan mundur dengan upaya penertiban pasar manonda yang saat ini hasilnya sudah nyata terlihat. Semua usaha itu menurutnya dilakukan juga untuk kebaikan bersama.

“Saya menduga ada aktor dibalik perlawanan pedagang ini. Semua itu harus diintrogasi polisi,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)