Said Karim mengutip dari Andreas Harefa, menyebutkan bahwa integritas merupakan tiga kunci yang dapat diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, serta mengerjakan sesuatu dengan konsisten. “Memiliki integritas, berarti memiliki kejujuran, tanggung jawab dan komitmen dalam perbuatan atau pekerjaan sehari-hari,” jelasnya.
Ia mengingatkan, perbuatan korupsi dapat menimbulkan berbagai efek negatif. Di antaranya menghambat terwujudnya pemerataan kesejahteraan kepada masyarakat, menghambat pembangunan bangsa dan negara, dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang berpotensi terciptanya suasana yang tidak kondusif, serta dapat merendahkan wibawa dan martabat bangsa di mata dunia internasional.
Untuk mencegah perbuatan korupsi, Guru Besar bidang Hukum Pidana ini menyebutkan pendekatan-pendekatan menurut Prof. Baharuddin Lopa, yakni menanamkan nilai kejujuran, kebenaran, keadilan serta keteladanan kepada keluarga dan lingkungan kerja, menempatkan kepentingan umum (rakyat banyak) di atas kepentingan pribadi atau golongan.
“Kalau pendekatan menurut Prof. Baharuddin Lopa ini diterapkan, maka tidak akan ada korupsi di Indonesia,” tandasnya. Kegiatan Diskusi Peningkatan SDM Rumah Sakit tersebut, digelar oleh RSUD Undata Palu bekerjasama dengan GMPK Provinsi Sulteng. Forum Diskusi ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Moh. Hidayat Lamakarate.
Kegiatan ini juga diikuti oleh Direktur RSUD Untada Palu, dr. Reny Lamadjido, bersama unsur pegawai RSUD Undata Palu serta beberapa RS lainnya di Sulteng, bersama dengan beberapa pengurus dan anggota GMPK Sulteng. Bertindak selaku moderator, salah seorang Staf Fungsional RSUD Undata Palu, drg. Herry Mulyadi.
Direktur RSUD Undata Palu, dr. Reny Lamadjido mengungkapkan, sebagai manusia biasa dirinya kadang merasa khawatir terhadap penentuan beberapa kebijakan, yang jangan sampai dipandang salah oleh hukum, dan dapat dijerat dengan kejahatan korupsi. “Kita berkeinginan, agar rumah sakit Undata dapat menjadi lembaga pemerintahan yang bersih, dan transparan, khususnya dalam pengelolaan keuangan,” imbuh dr. Reny.
Olehnya, ia menilai diskusi peningkatan integritas tersebut, merupakan kegiatan yang penting, untuk meningkatkan integritas SDM rumah sakit, sebagai pencegahan tindakan korupsi. Apalagi, RSUD Undata menurutnya, merupakan salah satu RSUD yang menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Sehingga, pimpinan dan staf dapat memiliki kecakapan dalam mengambil kebijakan yang tepat, khususnya di tengah perubahan zaman.
(abr/Palu Ekspres)






