oleh

Tinggal Dua Titik Api Terdeteksi

BERKABUT: Beberapa waktu lalu, langit Kota Palu tampak diselimuti kabut asap kiriman dari beberapa provinsi.

PALU,PE- Sebanyak 69 titik api yang terdeteksi satelit di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah akhirnya sirna. 69 titik api itu akibat kebakaran lahan hutan dan kebun di wilayah Sulteng.

Pantauan Stasiun Metereologi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara Mutiara Sis Al-Djufri Palu, dua titik api yang terdeteksi. Dua titik itu berada di Kabupaten Poso dan Kabupaten Banggai. “Kalau di Kabupaten Banggai itu berada di Banggai Laut.

Tapi titik itu bukan berarti karena kebakaran. Bisa saja karena seng rumahnya orang yang memantulkan cahaya panas,”ujar Forecater Stasiun Metereologi BMKG bandar Udara Mutiara Sis Al-Djufri, Isna Putri kepada Palu Ekspres belum lama ini. Hujan yang melanda Sulteng belakangan ini kata Isna Putri, menjadi penyebab utama jumlah titik api di Sulteng menyusut banyak.

“Bisa juga karena hujan yang melanda Sulteng beberapa waktu lalu,” kata dia. Seperti diberitakan sebelumnya kurang lebih sebanyak 69 titik api terdeteksi Stasiun Metereologi BMKG Bandar Udara Mutiara Sis Al-Djufri.

Kebanyakan titik api tersebut adalah kebakaran lahan hutan dan perkebunan warga yang berada di 7 kabupaten di Sulteng. Yang mana titik api terbanyak berada di Kabupaten Poso, Toli-toli dan Banggai Kapulauan (Bangkep). Empat kabupaten lainnya adalah Kabupaten Donggala, Sigi, Luwuk dan Parigi Moutong.(ndy)

News Feed