Kamis, 14 Mei 2026
Daerah  

Kesejahteraan Psikologis Karyawan Masih Dianggap Sepele

PALU EKSPRES, PALU – Berdasarkan penelitian WHO, kondisi lingkungan tempat kerja yang buruk bisa membawa efek buruk bagi kesehatan mental pekerja, yang gilirannya merugikan organisasi kerja dan mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan ke publik.

Olehnya, momentum hari kesehatan mental, dapat diberdayakan untuk men-sharing berbagai hal, terkait permasalahan kejiwaan, melakukan upaya promotif, pencegahan dan intervensi dini, memberikan pertolongan dan bantuan psikologis kepada pegawai di lingkungan kerja masing-masing.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si saat membuka seminar nasional dalam rangka Hari Kesehatan Mental se-Dunia tingkat Provinsi Sulteng, Jumat (20/10), di aula Hotel The Sya Regency Palu.

Ia menegaskan, kultur di Indonesia, masih menganggap sepele tentang pembicaraan kesejahteraan psikologis pegawai. “Padahal, di dalam suatu organisasi kerja, pemimpin yang handal akan turut menentukan kualitas kesehatan mental pegawai dan mengurangi resiko-resiko yang berpotensi membuat ketidaknyamanan kerja,” ujarnya.

Sekaitan dengan itu lanjutnya, seorang pimpinan mestinya kapabel untuk mencipta variasi-variasi, suasana baru yang bisa mengharmoniskan lingkungan kerja, supaya tidak timbul kepenatan dan kejenuhan yang membuat pegawai stress, depresi dan perasaan negatif, yang kesemua bisa mendorong perilaku tidak produktif, keinginan yang berlebihan, sehingga menjadi beban begitu berat yang diterimanya.

“Untuk itu, saya berterima kasih kepada seluruh pihak pencetus dan penggiat hari kesehatan mental se-dunia, mudah-mudahan peringatan ini tidak berakhir seremoni saja, akan tetapi mesti kita maknai sebagai pengingat, pendorong dan pengungkit semangat para stakeholder untuk menciptakan sehat mental di tempat kerja yang ditunjukkan dengan kesejahteraan psikologis sebagai hak setiap karyawan, serta kewajiban pimpinan dan manajemen untuk memenuhinya,” sebut Gubernur.

Sementara itu, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Wilayah Sulteng Sigit Apriadi, S.Psi, mengakui Himpsi adalah organisasi profesi psikologi di Indonesia yang merupakan wadah berhimpunnya profesional psikologi yang diakui secara nasional maupun internasional dan berperan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Himpsi memiliki 25 wilayah di seluruh Indonesia, dengan jumlah anggota lebih dari 11.500 orang. Sebagai wujud pelaksanaan misi Himpsi, setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental se-Dunia.

Pada 2016, Himpsi meluncurkan program Icare sesuai dengan tema “Dignity in mental healt : psyichological and mental health first aid for all”. Dan, tahun ini, Himpsi kembali meluncurkan program dengan tema “Mental health in the workplace”.

(humas/Palu Ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online