oleh

Miris, Masih 74 Hektar Kawasan Kumuh

Kawasan kumuh di salah satu daerah Indonesia.

Pemkot Target 2019 Capai Titik Nol
PALU,PE- Kota Palu ternyata masih memiliki kurang lebih 74 hektar kawasan pemukiman yang masuk katagori kumuh. Kawasan pemukiman kumuh itu tersebar di 13 Kelurahan dan telah dideliniasi sebagai kawasan pemukiman kumuh kota yang harus ditangani bersama pemerintah pusat dan daerah.

Kepala Dinas Penataan Ruang dan Perumahan (DPRP) Kota Palu, Singgih B Prasetyo mengatakan, kawasan kumuh yang telah terdeliniasi itu nantinya akan dibenahi bersama melalui Program Peningkatan Kualitas Kawasan Pemukiman (P2KKP). Target nasional dari program itu yakni pada 2019 seluruh kawasan kumuh dapat tertangani. Baik melalui pembiayaan APBN maupun APBD.

“Tahun ini kita sudah mulai bergerak di Kelurahan Petobo dengan anggaran yang dikucurkan melalui Dinas Cipta Karya Sulteng,”kata Singgih B Prasetyo, Rabu 4 November 2015. Kawasan pemukiman kumuh itu jelas Singgih berkaitan dengan tidak terpenuhinya sejumlah sarana dan prasarana infrastruktur. Seperti akses jalan yang belum memadai, minimnya penerangan jalan umum, penyediaan sarana air bersih, tidak tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta masalah persampahan.

“Kawasan kumuh artinya luas bukan hanya berbicara perumahan kumuh. itu Dilihat dari infrastruktur suatu kawasan. Apakah memiliki sarana jalan memadai, ruang terbuka hijau, penerangan jalan, serta akses pengelolaan persampahan,”jelas Singgih.

Penanganan kawasan pemukiman kumuh jelas Singgih merupakan bagian dari program nasional melalui P2KKP dengan istilah target capaian 100.0.100. Target 100 pertama jelas Singgih adalah pembangunan infrastruktur kawasan dengan menyediakan fasilitas air bersih, jalan, ruang terbuka hijau serta akses persampahan. Target itu direncanakan rampung pada 2019 hingga mencapai titik nol. Sedangkan target 100 kedua adalah pencegahan tumbuhnya kawasan pemukiman kumuh yang baru.

“Target 100 kedua ini agar kawasan kumuh yang telah tertangani itu tidak kembali menjadi kawasan kumuh lagi. Atau mencegah jangan muncul kawasan kumuh baru,”jelasnya.
Singgih optimistis, target 100 pertama penanganan kawasan kumuh yang telah dideliniasi di Kota Palu itu bisa terwujud dalam waktu lebih cepat dari target nasional.(mdi)

News Feed