Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Terkenal di Seantero, Sayang Bawang Goreng Palu Masih Terabaikan

Yang unik lagi, kawan yang di Jawa lebih suka rempah bernama latin Allium cepa dari kota kita. Padahal di Jawa juga ada home industri bawang goreng dari salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang juga terkenal dengan Telor Asinnya itu. “Beda rasanya, Bu.. bawang goreng kiriman Ibu (dari Palu) lebih renyah, garing dan ada manis-manisnya,” kata kawan dari Jawa ini. Saya sahuti dengan tertawa. “Hahaha ada-ada saja, ini karena dapat oleh oleh gratis kan?” Canda saya.

Tak saya nyana, saya pernah kehabisan oleh oleh khas ini pascalebaran 2017, ketika akan ke Makassar. Kalangkabut pasti, karena sudah terlanjur janji. “Maaf bu, stok habis. Karena banyak yang borong waktu mudik,” ujar Ibu Suwarno, pemilik Produk Bawang Goreng Mutiara by Mbok Sri pada saya saat itu. Pucat pasi lah saya.. “Kok bisa, pasar lagi bagus-bagusnya stok habis?” Saat itu protes saya hanya disahuti senyum. Saya pulang dengan ganjalan dihati. Tak terima senang.

“Ini memang masalah kami di sini. Stok bahan bakunya seringkali kurang. Bahkan pernah tidak ada”. Demikian Pak Suwarno pemilik Oleh oleh Bawang Goreng Mbok Sri kepada saya Rabu, 1 November 2017. Saya bertandang lagi ke tokonya untuk beli buah tangan sekaligus beberapa yang dikonsumsi di rumah.

Pertanyaan saya, kok bisa Pak? Apakah tidak disiapkan bahan bakunya? Kemana petani Bawang? Apakah pemerintah tahu masalah kekurangan stok ini? Apakah pemerintah tahu bahwa bawang ini merupakan potensi pasar lokal yang tidak dimiliki oleh daerah lain?

“Ini masalahnya di hulu, bawangnya yang tidak setiap saat tersedia. Petani sering beralasan tak punya dana pada saat harus menanam. Kami, pelaku usaha nda bisa bikin apa-apa,” ujar Suwarno pasrah. “Kami juga cemas Bu. Untuk apa toko besar dan tenaga kerja banyak, tetapi bahan baku untuk diolah tak ada. Kami juga bingung ini,” tandasnya.

Kata dia, sepertinya persoalan bukan pada ketersediaan bibit. Karena pemerintah punya program yang selalu menyediakan bibit untuk petani. Masalahnya kemungkinan besar pada tata kelola, manajemen bagaimana agar proses tanam berlanjut. Ketika waktunya untuk menanam, lalu petani tak ada biaya. “Di sini masalahnya,” tandas Suwarno.

Pertanyaan saya, “Bukankah seharusnya ada penyuluh pertanian, lalu ke pimpinannya lalu ke Dinas Pertanian yang harusnya mengatur tata kelola penanaman bawang ini?” Suwarno hanya menjawab dengan senyum miris. Entahlah.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital