Minggu, 5 April 2026

Golkar Sulteng Mestinya Usulkan Setnov Diganti

PALUEKSPRES, PALU – Kalangan akademisi mengharapkan Golkar Sulteng mengirim sikap tegas ke DPP Golkar sekaitan posisi Setya Novanto yang kini menjadi bulan-bulanan publik se tanah air, akibat kasus yang menimpanya.

Slamet Riyadi Cante dari Fisip Untad mengatakan, Golkar Sulteng mestinya sejak awal sudah mengajukan agar kepemimpinan Setnov di evaluasi. Terlebih setelah Setnov kini menjadi pesakitan KPK, maka tidak ada alasan untuk tidak menyoal kepemimpinan Setnov di Partai Golkar.

Menurut Slamet jika Golkar tidak melakukan langkah ekstrem misalnya penggantian ketua umumnya, itu akan memberikan masalah serius bagi partai. Saat ini Golkar dihuni oleh kader-kader dengan kapasitas dan kemampuan yang mumpuni. Mereka mempunyai kemampuan memimpin yang baik. Karena itu penggantian posisi ketua umum adalah pilihan yang tidak bisa ditunda lagi.

Apa yang terjadi jika Golkar masih mempertahankan Setnov? menurut pria ramah ini, Golkar akan membayar mahal jika masih terus mempertahankan sosok kontroversial tersebut. ”Menurut saya selama seminggu terakhir ini terjadi kampanye negatif buat Golkar hanya karena sosok Pak Setnov. Bayangkan diskusi di media sosial selalu tentang hal-hal negatif Pak Setnov. Ini tidak boleh dibiarkan mengingat Golkar akan menghadapi kontestasi di Pilkada dan pileg,” katanya.

Politik menurut dia, selain citra juga persepsi. Di dua hal hal ini Golkar sudah terlihat kepayahan. Citra Golkar terus merosot karena muncul persepsi negatif publik terhadap ketuanya. Ini yang harus disadari dan dicarikan solusi politiknya. ”Selama ini saya belum melihat ada elit yang menjadi musuh bersama publik setanah air,” katanya menambahkan.

Kolega Slamet, Irwan Waris juga mengaku Golkar mestinya mendorong Setnov untuk mengikuti proses hukum. Bukan malah melakukan pembelaan yang pada akhirnya akan memantik sinisme publik terhadap institusi partai itu sendiri. Ia yakin jika elit Golkar mendorongnya ke proses hukum, maka publik akan memberikan penilaian sendiri, setidaknya publik tidak mengidentikan Golkar sebagai institusi partai dan figur Setnov yang terlilit kasus hukum. ”Saya kira Golkar punya stok kader yang cukup untuk sekadar menjadi pengganti Setnov,” pungkas Waris.

(kia/ Palu Ekspres)