PALUEKSPRES, PALU – Sebanyak 580 wartawan dari 34 provinsi di Indonesia mengikuti pelatihan wartawan daerah yang digelar Bank Indonesia (BI) di Hotel Grand Sahid Indonesia, Senin 20 November 2017.
Satu provinsi terdiri 10 wakil media massa. Mereka berbaur, bercanda gurau dengan dialeg khasnya masing-masing. Instrumental musik tradisi sengaja diputar untuk menyambut kedatangan peserta.
Sebagai pembeda, peserta dari masing-masing daerah memakai batik khasnya masing-masing. Sulteng sendiri diwakili 10 wartawan dari 10 media di Palu. Sulteng dibedakan dengan seragamnya, batik bomba.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Agusman, menjelaskan, dalam rangka menjalankan fungsi sebagai otoritas moneter, sistem pembayaran serta menjaga stabilitas sistem keuangan, BI memandang komunikasi merupakan hal yang penting.
Komunikasi yang lancar, efektif dan efisien akan membuat transmisi kebijakan BI dapat diterima industri, pelaku usaha dan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Termasuk dalam mengendalikan ekspektasi inflasi.
Komunikasi yang lancar, efektif dan efisien membutuhkan peran serta dari media massa sebagai institusi yang memiliki tugas untuk menyebarkan berita dan informasi yang objektif dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Sebagai salahsatu pilar demokrasi, media massa juga memiliki peran untuk mengawal kebijakan dari otoritas,”kata Agusman.
Atas peran itu kata Agusman, BI memandang penting untuk meningkatkan pemahaman wartawan secara rutin. Utamanya terhadap fungsi bank sentral dalam kebijakan monteter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.
“Salahsatu bentuk nyatanya adalah penyelenggaraan pelatihan wartawan daerah ini,”pungkasnya.
(mdi/Palu Ekspres)






