Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Rina Mengaku Pernah Diintip Kakak Ipar

PALUEKSPRES,PARIMO – Resti (17) tak pernah menyangka,
ajakan Rina untuk ke kantin pada Selasa 14 November 2017 adalah hari terakhir dia bersama teman sekelasnya ini. “Waktu dia ajak ke kantin, saya suruh dia pigi  (pergi) duluan, saya belum ingin ke kantin,” ujar Resti, siswi kelas 3 IPA 12, SMA 1 Toboli, Parigi Moutong kepada wartawan Palu Ekspres, Aswadin, saat ditemui di kediamannya di Desa Avulua, Kecamatan Parigi Utara, Rabu  (21/11/2017).

Itu hari terakhir Resti bertemu sahabatnya Rina sebelum akhirnya
gadis manis itu ditemukan tewas di areal perkebunan dekat sekolah.  Resti memang sempat memperhatikan gerak gerik sahabatnya agak berbeda belakangan ini. “Dia kelihatan murung,” ungkap Resti. Tetapi, Resti pun tak pernah bertanya mengapa Rina terlihat murung. Dia pun tak pernah menduga bahwa kemurungan itu sebagai pertanda Rina akan pergi selamanya.

Memang agak berbeda, kata Resti, karena Rina termasuk orang yang ramah dan suka humor. Mereka sering belajar bersama bergantian di rumah masing-masing. Rina dan Resti punya dua kawan seiring lagi yaitu Riska dan Nur baedah. Mereka semua berkawan sekelas sejak kelas 2-12 IPA di SMA 1 Toboli.

Rina pun pernah bercerita kepada kawan-kawannya itu bahwa
dia pernah diintip oleh kakak iparnya waktu sedang mandi. Sayangnya cerita tak berlanjut keburu bel masuk kelas berbunyi. “Kita berhenti bercerita karena sudah masuk kelas,” tutur Resti. Tapi cerita Rina dia diintip kakak ipar itu tidak hanya kepada Resti, tetapi kebanyak teman.

Resti termasuk salah satu saksi, teman-temannya Rina yang ikut diambil keterangannya oleh Polres Parimo Senin,20 November 2017.

(aaa/Palu Ekspres)