PALU EKSPRES, JAKARTA – Jenderal Gatot Nurmantyo tak lama lagi tanggalkan jabatannya sebagai Panglima TNI, lantaran sudah memasuki masa pensiunnya.
Jenderal Gatot akan mengakhiri karirnya sebagai anggota TNI pada Maret 2018 mendatang. Untuk itu, pemerintah diharuskan secepatnya mencari pengganti Jenderal Gatot secepatnya.
Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono menyarankan agar Presiden Joko Widodo mengirimkan salah satu nama atau lebih ke DPR untuk dilakukan fit and proper tes berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.
“Ya harus itukan sesuai UU bahwa Panglima TNI itu harus ikut fit and proper tes oleh DPR sebelum disahkan oleh Presiden. Tapi kan Presiden bisa mengirim satu nama atau beberapa nama ke DPR. Kalau dari pengalaman-pengalaman sebelumnya Presiden itu mengirim satu nama,” kata Dave, Jumat (24/11).
Saat disinggung soal calon kuat pengganti Jenderal Gatot, Dave lebih memilih Kepala Staf Angkatan Udara (AU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Pilihan anak Agung Laksono ini mendasar, karena Kasau Hadi memiliki masa dinas yang paling lama dan juga masa dinasnnya ke depan masih panjang.
“Masing-masing Kepala Staf memiliki peluang yang sama, cuma kalau dilihat dari tiga kepala staf itu, yang masa dinasnya paling lama itu adalah Kepala Staf AU Pak Jenderal Hadi,” akuinya.
Meski begitu, politisi muda Golkar ini tak menjamin, jika Kepala Staf AU ini bisa terpilih sebagai Panglima TNI. Karena ketiga nama yang santer disebutkan ini memiliki peluang yang sama.
“Nah saya belum bisa mengatakan apakah pasti dia atau tidak, tetapi jika dilihat dari masa dinasnya masih panjang, masih lama itu Kepala Staf Angkatan Udara,” ucapnya.
“Sulit saya bilang kalau peluangnya lebih tinggi karena itu kan tergantung presiden,” tambahnya.
Tiga kandidat tersebut yakni Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) adalah Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi.
(Aiy/Fajar)






