Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Kekurangan Air Minum, Warga Keluhkan Distribusi Bantuan Banjir Sausu

PALU EKSPPRES, PARIGI – Warga korban banjir di Desa Sausu Piore mulai mengeluhkan bantuan makanan. Sejauh ini, bantuan makanan yang mereka peroleh masih minim. Meskipun mereka sudah mengalami krisis bahan makanan akibat banjir sejak Minggu (26/11).

Ria (37), warga Dusun II Desa Sausu Piore kepada Palu Ekspres Selasa (28/11) mengaku baru menerima empat bungkus mie instan pada hari ini, sejak banjir dua hari sebelumnya.

“Kami baru menerima empat bungus mie instan hari ini. Padahal kan satu rumah bisa ada empat sampe enam orang. Jadi kalu hanya empat bungkus sehari, itu masih kurang,” jelasnya.

Selain bahan makan, ia juga mengaku kekurangan air bersi untuk kebutuhan konsumsi. Ria memilih tidak bergabung ke posko dan dapur umum, karena di rumahnya, masih bisa melakukan aktifitas memasak.

“Sekitar lima rumah saja ini dari dapur umum rumah saya. Tapi bantuannya juga baru ini yang kami terima. Kalau bisa, bantuan itu langsung didistribusikan ke rumah-rumah. Tidak usah lagi ditampung. Kita semua butuh makan. Kata petugas mereka masih mengutamakan warga yang ada di bawah,” jelas Ria.

Kondisi saat ini kata dia, dengan keterbatasan sarana yang ada, perlu ditambah lagi posko untuk dapur umum. Sebab jika hanya satu, pasti akan kewalahan melayani konsumsi warga yang menjadi korban banjir.

Sebelumnya diberitakan banjir yang merendam Desa Sausu Piore Kabupaten Parigi Moutong perlahan mulai surut. Di lapangan, proses evakuasi masih terus berlangsung.

Demikian informasi terbaru dari Kapolres Parigi Moutong AKBP Sirajuddin Ramly yang diterima Palu Ekspres, Selasa (28/11) sekira pukul 12.00 wita.

Sebelumnya, sejak tadi malam saat hujan berhenti, kondisi air terus meningkat akibat luapan sungai Sausu hingga pagi tadi. Informasi yang diterima Palu Ekspres dari warga di lapangan, di beberapa titik ketinggian air ada yang mencapai dua meter.

Abdul Sahid, warga Dusun II Sausu Piore kepada Palu Ekspres, Selasa pagi (28/11) mengatkan, sampai saat ini cuaca di lapangan masih mendung. Hujan deras turun mulai sore kemarin dan mengalami peningkatan pada pada pukul 10.00 wita hingga tengah malam.

“Kalau ditanya lebat, sudah tidak bisa dibilang lagi. Hujan mulai jam lima sore. Air sudah mulai naik di jalan pada pukul 09.00. Yang parahnya itu mulai dari jam sepuluh, sebelas, sampai sekarang,” jelas Sahid yang juga mantan kepala Desa Sausu Piore ini.

Untunya, warga yang sudah siaga sejak turun hujan, berhasil dievakasi sejak kondisi mulai memburuk. Tak ada korban jiwa dalam insiden kali ini. Hanya sebagian besar perkakas rumah milik warga terendam air.

“Kalau warga dusun dua ada sekitar 100 KK. Alhamdulillah tidak ada korban. Cuman harta benda saja yang terrendam,” jelasnya.

(MS/Palu Ekspres)