Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Hamsir Sebut Walikota Tak Paham UU Pemda

PALU EKSPRES, PALU – Anggota DPRD Palu, Hamsir, menyebut Wali Kota Palu, Hidayat tidak memahami Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Ini lantaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 tidak mengakomodir anggaran pembangunan dari hasil reses sejumlah anggota DPRD Palu.‎

Dalam UU tersebut kata Hamsir, mengatur rinci tentang mekanisme pengelolaan anggaran pembangunan daerah. Berikut fungsi masing-masing dari lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Bahkan diatur pula bahwa fungsi DPRD salahtunya adalah budgeting.‎

Berbicara anggaran, UU itu jelas Hamsir mengatur jelas bahwa salahsatu mekanisme usulan anggaran pembangunan adalah mengakomodir hasil reses anggota serta musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

” Itu yang dia (walikota) tidak fahami sehingga menganggap APBD itu seolah-olah milik pribadinya. Tidak bisa begitu dong. Itu uang negara,”kata Hamsir.

‎Sistem managemen pemerintahan menurutnya bersifat sentralistik. Bahwa hak budgeting itu berada ditangan DPR selaku perwakilan rakyat. ‎

“Bisa dibayangkan dari 365ribu penduduk Palu. Kita sama dengan mewakili 10ribu penduduk. Tapi aspirasi itu tidak merata diseluruh wilayah,”jelasnya.

Melaksanakan pembangunan sebut Hamsir, eksekutif wajib bekerjasama legislatif. Dua dari tiga lembaga negara ini menurutnya memang perpanjangan tangan negara untuk dititipkan mengelola anggaran pembangunan.‎

“Kalau tidak memahami itu kita harus bagaimana? Apakah kita harus berkelahi? Ini sepertinya kita selalu diajak berkelahi dan berkelahi terkait RAPBD itu,”katanya.

Akhirnya kata Hamsir, belakangan banyak anggota DPRD yang mengancam akan boikot RAPBD. ‎

“Kalau dampaknya begitu APBD kita terancam. Itukan dampak yang tidak baik dalam pemerintahan. Harusnya saling memahami,”ujarnya.‎

Sejauh inipun Hamsir mengaku masih terus keberatan dengan keberadaan tim pendamping (TP) Wali Kota Palu, yang turut mencampuri proses penyusunan anggaran APBD.

“Itu tidak dibenarkan. Kami sudah dikonsultasikan ke Kemendagri. Apalagi hanya diangkat dengan Perwali,”jelasnya. ‎

Meskipun kata Hamsir walikota juga dipilih rakyat dan membawa aspirasi rakyat dalam kebijakan pembangunan, akan tetapi harus memahami bahwa anggota DPRD juga merupakan wakil rakyat. ‎

“Agar supaya pengelolaan anggaran pembangunan kita berjalan baik,”pungkasnya.

Sebelumnya dilaporkan sejumlah anggota yang memprotes RAPBD 2018 mengancam untuk boikot paripurna jawaban Wali Kota Palu sekaligus pembentukan panitia khusus (Pansus) RAPBD.‎

Namun paripurna itu berhasil kuorum pada Senin malam 27 November 2017. Itu setelah digelar rapat tertutup pimpinan DPRD dan pimpinan seluruh fraksi.

RAPBD 2018 selanjutnya dibahas lebih jauh dalam Pansus RAPBD 2018. Waktu kerja Pansus berakhir hari ini Rabu 29 November 2017.

(mdi/Palu Ekspres)‎

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital