PALU EKSPRES, PALU – Salah satu inti dari peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diperingati pada tanggal 1 Desember setiap tahunnya, adalah untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat dunia, terkait penjangkitan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dapat menyebabkan penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
Data dari Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulteng, sejak ditemukan pertama kali pada tahun 2002 secara kumulatif hingga Agustus 2017, di Provinsi Sulteng telah ditemukan 990 kasus HIV dan 587 kasus AIDS, dengan penderita yang meninggal dunia berjumlah 234 orang. Kota Palu menjadi daerah penyumbang jumlah ungkapan terbanyak, yakni 610 kasus HIV dan 258 kasus AIDS.
Jumlah tersebut hanya 27,6 persen dari estimasi KPAP Sulteng terhadap kasus HIV/AIDS, yang diperkirakan dapat menyentuh angka 3.555 kasus.
“Kita di Sulteng khususnya, yang terdeteksi paling banyak terjangkit melalui transmisi seksual. Kalau yang akibat penggunaan narkoba jarum suntik, kita tidak punya data,” kata Sekretaris KPAP Sulteng, dr. Muslimah L Gadi, melalu sambungan telepon, Kamis 30 November 2017.
Dari segi usia, data KPAP Sulteng pada tahun 2016 menyebutkan 91,5 persen pengidap HIV/Sulteng merupakan usia produktif, yakni sekira 20-49 tahun. Sedangkan yang berusia 15-24 tahun berada pada angka 18,3 persen.
Pada peringatan HAS 2017, KPAP Sulteng mengajak masyarakat untuk berani memeriksakan diri, agar kasus HIV/AIDS dapat terungkap lebih maksimal.
“Kalau orang berani memeriksakan dirinya, berarti dia mau sehat, karena sedini mungkin dapat diketahui apakah dia positif atau tidak. Makin banyak yang terungkap, maka makin banyak yang bisa dicegah,” ujar dr. Muslimah.
(abr/Palu Ekspres)






