Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Implementasi Pendidikan Inklusif Direncanakan Tahun 2018

Siswa SD belajar dalam kondisi terbatars

PALU EKSPRES, PARIGI – Setelah melakukan penyusunan regulasi, Pemda Kabupaten Parigi Moutong berencana akan mengimplementasikan pendidikan inklusif pada tahun 2018 mendatang.

Hal itu diungkapkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Adrudin Nur melalui Kabid Paudni dan Dikmas, Nurlina saat ditemui Palu Ekspres usai pelaksanaan seminar pendidikan Inklusif, di gedung auditorium kantor Bupati Parimo, Senin (4/12).

Dia mengatakan, penyusunan regulasi tersebut untuk mengatur dan memayungi berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan pada pendidikan inklusif. Hingga saat ini, regulasi itu telah sampai pada Peraturan Bupati (Perbup) Parimo tentang pendidikan inklusif.

Menurutnya, Perbup itu mengatur di antaranya tentang siapakah mereka anak berkebutuhan khusus, apa sekolah inklusif dan berbagai item penting lainnya. Namun yang pasti, sekolah inklusif itu kata dia, merupakan sekolah umum yang di dalamnya menerima siswa berkeinginan khusus.

“Penetapan regulasi dan grand designenya Insya allah Akhir tahun ini. Sehingga, implementasi direncanakan tahun 2018 mendatang,” ujarnya.

Lanjut dia, konsekuensinya dibarengi dengan penyiapan kebutuhannya, seperti aksebilitas, sarananya dan tenaga pendidiknya berdasarkan assesment yang ada dalam regulasi tersebut. Selain itu, agar lebih detail lagi pihaknya juga menyusun grand designe berdasarkan regulasi tersebut. Dimana akan tersusun dan mengatur langkah-langkah setiap tahunnya, mulai tahun 2018 hingga 2022 nanti.

“Tahun 2018 itu apa saja yang kita lakukan misalnya, masih melakukan sosialisasi, kita melakukan identifikasi sekolah mana yang layak di SK-kan menjadi sekolah inklusif. Sehingga kalau sudah di SK-kan dibarengi dengan penyediaan kebutuhannya,” jelas Nurlina.

Dia juga menjelaskan, pendidikan inklusif tersebut tidak seluruhnya diterapkan di setiap sekolah. Tapi, pada prinsipnya mendekatkan pelayanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus. Misalnya di setiap kecamatan itu ada sekolah inklusif yang dapat mengakomodir anak-anak tersebut.

“Jadi nanti akan ada Paud inklusif, SD inklusif, SMP hingga SMA inklusif disetiap kecamatan, sehingga masyarakat Parimo yang memiliki anak berkebutuhan khusus dapat menyekolahkan anaknya disitu,” pungkasnya.

(mg4/Palu Ekspres)