Gubernur Longki juga menekankan bahwa intervensi khusus terhadap Kabupaten Sigi, perlu sinergitas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Kelautan Perikanan dan Kelautan (DKP) Sulteng. “Ini perlu dibahas dengan Kadis Kelautan
dan Perikanan Sulteng, bagaimana teknis programnya kedepan,” tegasnya.
Sekaitan hal itu, Gubernur menyebutkan jika dirinya sudah membuat tambak ikan air tawar di Dolo, Kabupaten Sigi. “Pak Ali (Alimuddin Paada) juga sudah membuat tambak ikan air tawar di Sigi,” ungkapnya.
Ia berharap, langkah yang dilakukannya dengan membuka tambak ikan air tawar di wilayah Sigi, bisa diikuti oleh pejabat lainnya. Sehingga nantinya, bisa menjadi sumber pendapatan
lainnya bagi Kabupaten Sigi, sekaligus mempermudah bagi masyarakat di wilayah itu untukmengkomsumsi ikan.
Sementara itu, Ketua Forikan Sulteng Hj. Zalzulmida Djanggola berharap, Pemerintah Provinsi segera melakukan intervensi program di Kabupaten Sigi untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan di wilayah itu.
Caranya, melalui penyediaan sentra- sentra penjualan ikan segar di wilayah pedalaman Kabupaten Sigi agar masyarakat bisa memperoleh ikan segar.
“Jangan nanti masyarakat Sigi mau memperoleh ikan segar, nanti ke Palu baru bisa mengkonsumsi ikan,” imbuhnya.
Kegiatan yang dihadiri Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele, Ketua Forikan Sulteng Zalzulmida A Djanggola, Bupati Sigi dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng tersebut, diakhiri dengan pemberian hadiah bagi para juara pada rangkaian kegiatan Gebyar Gemarin. Di antaranya, lomba memasak serba ikan, lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Sigi, bazar serta pameran.
(fit/Palu Ekspres)






