Jelang Perayaan Natal, Pemda Parimo Gelar Operasi Pasar

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, PARIGI – Jelang perayaan hari besar keagaaman natal 2017 dan tahun baru 2018, pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong melalui Bagian Perekonomian Setda Parimo melaksanakan operasi pasar untuk gas elpiji 3 Kg.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Toraranga Kelurahan Loji Kecamatan Parigi, Jumat (22/12). Kasubag Sarana dan Prasarana Bagian Perekonomian, Hasnawati Djuraedjo yang ditemui Palu Ekspres di lokasi operasi pasar mengatakan, operasi pasar gas elpiji 3 Kg dilaksanakan sejak tanggal 19 Desember 2017 kemarin, dimulai dari Desa Balinggi Jati, Tolai, Olobaru dan Lemusa.

Bacaan Lainnya

Untuk Kecamatan Parigi, berlokasi di RTH Toraranga, dilaksanakan serentak di beberapa titik di wilayah utara.

“Kami laksanakan bukan baru hari ini saja. Tetapi sudah sejak 19 Desember kemarin, dan antusias masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.

Untuk operasi pasar di wilayah Parigi, pihaknya menyiapkan 560 tabung gas elpiji, dengan jatah diberikan kepada masing-masing Kepala Keluarga (KK) sebanyak satu tabung.

Hal itu diberlakukan, agar seluruh masyarakat mendapatkan gas melalui kegiatan tersebut dan tepat sasaran.Selain itu, kata dia para pengecer yang menjual kembali gas elpiji dengan harga lebih tinggi dari ketentuan, tidak memanfaatkan moment operasi pasar tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

“Apalagi seluruh staf Bagian Ekonomi yang bertugas menyalurkan gas tersebut, mengenal seluruh pengecer di Kota Parigi. Tadi banyak pengecer yang kami pulangkan, karena ini kami salurkan untuk masyarakat, bukan untuk pengecer. Harga yang kami berikan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni, Rp 16 ribu,” ujarnya.

Dia menambahkan, operasi pasar ini sebenarnya bukan hanya menyediakan gas elpiji 3 Kg saja. Tetapi juga untuk kebutuhan pokok lainnya seperti beras, gula dan minyak kelapa juga tersedia.

Di beberapa titik operasi pasar sebelumnya, masyarakat lebih banyak meminati gas elpij saja. Kemungkinan kata dia, kelangkahan gas elpigi yang terjadi jelang hari besar keagaamaan seperti natal, membuat masyarakat merasa dimudahkan dengan operasi pasar yang dilaksanakan pihaknya.

“Kami laksankan ini memang untuk mengantisipasi kelangkahan gas elpiji salah satunya. Makanya banyak masyarakat yang lebih berminat ke gas dibandingkan sembako. Bisa jadi juga karena di wilayah selatan lumbung padi, jadi beras tidak banyak yang minati. Mudah-mudahan untuk sembako di Kota Parigi bisa terjual habis,” pungkasnya.

(mg4/Palu Ekspres)

Pos terkait