Hasil Kunjungan Tim Kurikulum Kemanag RI, RA di Parimo Lebih Baik

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, PARIGI – Kementerian Agama Republik Indonesia Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan Dan Kesiswaan Madrasah Dirjen Pendidikan Islam melakukan Pendampingan Implementasi Kurikulum pada sejumlah Raudhatul Athfal (RA) di Provinsi Sulawesi Tengah.

Beberapa RA di Kabupaten Parigi Moutong juga mendapatkan kunjungan oleh Tim Pendamping Dra. Nanik Puji Hastuti M.Si, Kepala Kurikulum Dan Evaluasi RA Kemenag RI. Ia didampingi Kepala Seksi Kurikulum Kanwil Kemenag Sulteng Dr. Jamil Mpd, Kepala Seksi Pendidikan Islam KanKemenag Kabupaten Parigi Moutong.

Bacaan Lainnya

Nanik Puji Hastuti pada kesempatan itu mengatakan, kunjungan ke Sulteng ini dalam rangka melakukan pendampingan dan sosialisasi untuk percepatan implementasi Kurikulum RA.

“Sejak tahun 2016 telah diatur dan disosialisasikan tentang kurikulum RA di Kementerian Agama RI pada Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, Dan Kesiswaan Madrasah Dirjen Pendidikan Islam. Sehingga diupayakan untuk memasifkan setelah selama ini pada pendidikan RA masih belum terlalu terperhatikan,” kata Nanik, Kamis (21/12).

Dari hasil pendampingan ini diharapkan, para pengelola RA di lapangan bisa menggunakan kurikulum RA.

“Hasil tinjauan kami kondisi RA sifatnya beragam tumbuh kembang dari pengelolaannya. Masih banyak RA yang menggunakan kurikulum K13 milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perkembangan RA yang ada di Sulteng cukup baik dibanding daerah lainnya,” kata Nnaik.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam KanKemenag Parimo Saehan Marilau S. Ag M. S.i saat mendampingi tim menyatakan, sebelum ke Kabupaten Parigi Moutong Tim Pendamping ini telah mengunjungi beberapa RA yang ada di Kota Palu. Di Kabupaten Parigi Moutong ada Sembilan RA yang tercatat resmi di Kemenag Parimo.

“Kita berharap, semoga dengan adanya peninjauan dan sosialisasi ini bisa membantu berkembangnya RA di Parimo, baik dari sisi penggunaan kurikulumnya sampai kepada bantuan kepada sarana dan prasarana yang diperlukan untuk pengembangan RA di Kabupaten Parigi Moutong,” jelasnya.

(Ahdal)

Pos terkait