Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Belum Selesai, Proyek Tambatan Perahu dan Dermaga Tanjung Batu Dibayarkan 100 Persen

PALU EKSPRES, TOLITOLI –  Meskipun sudah melewati tahun anggaran 2017, sejumlah proyek tambatan perahu dan pembangunan dermaga tanjung batu di Dinas Perhubungan (Dishub) Tolitoli masih tetap dikerja, bahkan didisinyalir sejumlah proyek tersebut telah dicairkan 100 persen.

Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Dishub Tolitoli, Novi Jemy Wola, SH. Msi dikonfirmasi Palu Ekspres jumat (5/1) 2018 di ruangannya mengakui dari 17 proyek pekerjaan tambatan perahu dan satu pembangunan dermaga tanjung batu dengan total anggaran Rp11 miliar lebih, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK) tahun anggaran 2017, masih ada sekitar 4 sampai 5 pekerjaan yang sampai saat ini masih tahap pelaksanaan penyelesaian.

“Iya, kami akui dari 17 proyek tambatan perahu dan satu dermaga tanjung batu, masih sekitar 4 sampai 5 yang belum selesai dilaksanakan sampai dengan batas waktu kontrak pekerjaan. Namun progres pekerjaannya sudah capai di angka 90 puluh persen lebih,” akunya.

Kepala Bidang Perhubungan Laut ini juga menjelaskan alasan keterlambatan sejumlah pekerjaan, pertama disebabkan masalah kesulitan kontraktor mendapatkan bahan baku untuk tambatan perahu. Kemudian masalah faktor alam.

“Alasan-alasan ini yang menjadi keterlambatan pekerjaan sampai dengan saat ini, namun pihak kontraktor dikuatkan dengan keterangan dari BMKG,” bebernya.

Di tanya masalah proses pencairan, Novi mengakui semua pekerjaan baik yang sudah selesai maupun yang belum selesai dilaksanakan dananya telah dicairkan 100 persen, dengan alasan untuk menyelamatkan anggaran.

Sebab kalau bukan denga cara ini, secara otomatis anggarannya dikembalikan ke Negara, dan di tahun-tahun berikutnya dinas tidak akan dapat bantuan dana DAK.

“Kebijakan dinas untuk menyelamatkan anggaran karena alasan yang saya sebutkan diatas,” bebernya.

Ia menjelaskan, proyek yang masih sementara dalam tahap penyelesaian, sudah mendapat denda kepada perusahaan, dana perusahaan tidak dicairkan 100 persen alias di blokir.

“Pekerjaan yang belum selesai dananya kita blokir, dan perusahaan dikenakan denda keterlambatan pekerjaan,” jelasnya.

(Mg6/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital