Belum Selesai, Proyek Tambatan Perahu dan Dermaga Tanjung Batu Dibayarkan 100 Persen

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, TOLITOLI –  Meskipun sudah melewati tahun anggaran 2017, sejumlah proyek tambatan perahu dan pembangunan dermaga tanjung batu di Dinas Perhubungan (Dishub) Tolitoli masih tetap dikerja, bahkan didisinyalir sejumlah proyek tersebut telah dicairkan 100 persen.

Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Dishub Tolitoli, Novi Jemy Wola, SH. Msi dikonfirmasi Palu Ekspres jumat (5/1) 2018 di ruangannya mengakui dari 17 proyek pekerjaan tambatan perahu dan satu pembangunan dermaga tanjung batu dengan total anggaran Rp11 miliar lebih, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK) tahun anggaran 2017, masih ada sekitar 4 sampai 5 pekerjaan yang sampai saat ini masih tahap pelaksanaan penyelesaian.

Bacaan Lainnya

“Iya, kami akui dari 17 proyek tambatan perahu dan satu dermaga tanjung batu, masih sekitar 4 sampai 5 yang belum selesai dilaksanakan sampai dengan batas waktu kontrak pekerjaan. Namun progres pekerjaannya sudah capai di angka 90 puluh persen lebih,” akunya.

Kepala Bidang Perhubungan Laut ini juga menjelaskan alasan keterlambatan sejumlah pekerjaan, pertama disebabkan masalah kesulitan kontraktor mendapatkan bahan baku untuk tambatan perahu. Kemudian masalah faktor alam.

“Alasan-alasan ini yang menjadi keterlambatan pekerjaan sampai dengan saat ini, namun pihak kontraktor dikuatkan dengan keterangan dari BMKG,” bebernya.

Di tanya masalah proses pencairan, Novi mengakui semua pekerjaan baik yang sudah selesai maupun yang belum selesai dilaksanakan dananya telah dicairkan 100 persen, dengan alasan untuk menyelamatkan anggaran.

Sebab kalau bukan denga cara ini, secara otomatis anggarannya dikembalikan ke Negara, dan di tahun-tahun berikutnya dinas tidak akan dapat bantuan dana DAK.

“Kebijakan dinas untuk menyelamatkan anggaran karena alasan yang saya sebutkan diatas,” bebernya.

Ia menjelaskan, proyek yang masih sementara dalam tahap penyelesaian, sudah mendapat denda kepada perusahaan, dana perusahaan tidak dicairkan 100 persen alias di blokir.

“Pekerjaan yang belum selesai dananya kita blokir, dan perusahaan dikenakan denda keterlambatan pekerjaan,” jelasnya.

(Mg6/Palu Ekspres)

Pos terkait