Walikota Palu Gusar, Drainase Ditutup Paten.

  • Whatsapp
adv

SIDAK DRAINASE – Pj Walikota Palu, Hidayat Lamakarate turun langsung memimpin penanaman pohon di sepanjang jalan Tadulako, H Hayyun dan Kimaja untuk progrma green and clean kota, Minggu 14 Februari 2016. (HAMDI ANWAR)

Pemkot Kebut Tanam 5000 Pohon

KENING pejabat Walikota Palu Hidayat Lamakarate, berkerut. Menatap  trotoar jalan yang sudah tertutup cor semen kasar. Tak ada lagi jejak tanah di situ. Padahal, aturannya tanah ini tidak boleh dicor hingga di bibir jalan. sementara, orang nomor satu di Kota Palu itu tengah memegang bibit Pohon Angsana untuk ditanam.

Laporan Hamdi Anwar Palu

Hidayat lalu mengambil linggis dan dengan sepenuh tenaga membongkar cor semen kasar di depan Jalan Tadulako. Hidayat terpaksa menggali dan membongkar  satu persatu lokasi yang ada di situ. Sebab di sepanjang jalan Tadulako, Haji Hayyun hingga Kimaja para pemilik rumah tokoh telah mengecor paten setiap sudut depan rukonya masing-masing. “Kalau begini pemerintah harusnya sudah tegas,” tandasnya gusar.

Pemilik ruko ini sebenarnya sudah melanggar ketentuan pembangunan ruko. Tidak boleh mengecor drainase secara paten begini,” ujarnya dengan nada marah sambil terus menggali tanah untuk sebuah bibit Angsana.

Pemilik ruko di sepanjang jalan itu memang menutup paten setiap drainase didepan ruko. Bahkan sebagian besar telah membangun kanopi untuk tempat memajang barang dagangan. Alhasil, tak ada tempat parkir yang mereka sediakan sehingga pelanggan yang datang menggunakan badan jalan. Tak ada ruang yang mereka sisakan meski  sekadar untuk sebuah penamaman pohon. Semua dicor secara paten hingga menutupi sebagian ruas jalan yang seharusnya menjadi sebuah trotoar.

Hidayat yang saat itu ditemani dua kepala dinas  yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Rahmat Kawaroe dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Yusrini, langsung meminta kedua instansi tersebut segera mengambil sikap.  Pasalnya drainase yang tertutup paten itu juga sudah disesaki dengan tumpukan sampah. “Dan ini kalau hujan pasti airnya mengalir ke jalan,”ujarnya. Tak hanya itu, sebagian pemilik ruko bahkan tidak menyediakan saluran pembuangan yang langsung menuju drainase. Desain bangunan dibuat sedemikian rupa hingga pembuangan airnya langsung meluber menuju kejalan. Parahnya lagi, tak ada sedikitpun perhatian dari pemiliki ruko sepanjang jalan untuk membersihkan sampah dalam darinase.

“Saya tidak tahu lagi mau berbuat apa, karena kondisinya memang sudah begitu saat saya menjabat walikota. Harusnya ini menjadi tanggung jawab instansi terkait,”kata Hidayat lagi. Namun begitu, Hidayat tampaknya tidak menyerah dengan kondisi jalan itu. Langkah kakinya seolah tiada henti menelusuri setiap jengkal depan ruko. Dia terlihat sangat lihai memilih ruang yang layak ditanami pohon. Mobil dinas Walikota jenis Alphar yang dia gunakan menuju lokasi sengaja diparkir dijung jalan Jalan Tadulako. Dia kemudian memimpin rombongan berjalan menyusuri jalan Tadulako hingga Kimaja sebelum jembatan.

Sedikitnya dalam kegiatan penghijauan itu, Dinas Kebersihan dan Pertanaman menurunkan lima unit truc yang masing masing mengangkut bibit, pagar tanaman, dan truk air.
Hidayat sendiri menargetkan sebelum jabatannya berakhir pada Rabu 17 Februari, pohon yang  harus tertanam sebanyak 5000 pohon. Minggu kemarin, bibit pohon yang ditanam sepanjang jalan itu sebanyak 300 dari jenis angsana.

“Kita sengaja memilih pohon angsana karen akarnya itu tidak melebar dan tidak merusak jalan disekitarnya,”kata Hidayat. Diapun berharap, program green and clean itu bisa dilanjutkan sebagai program prioritas bagi pejabat walikota dan wakil walikota yang periode berikutnya.

Hidayat Lamakarate yang tak lama lagi melepas tampuknya kepada walikota baru, Hidayat ini memang  berniat segera merealisasikan program Green and Clean (hijau dan bersih) yang sempat vakum beberapa tahun terakhir. Dia  turun langsung untuk merintis dan menanam bibit-bibit pohon pada lokasi yang dianggap gersang di Wilayah Kota Palu.

Makanya, dia  rela berjibaku dengan panasnya sengatan matahari pagi saat memimpin langsung penanaman bibit pohon untuk merealisasikan program hijau dan bersih kota tersebut. Sebagai orang nomor satu di Kota Palu saat ini, Hidayat  ingin memberi contoh langsung pada bawahannya akan komitmen melaksanakan program penghijauan kota yang telah lama dia rencanakan tersebut. Maklum saja, program hijau dan bersih ini memang menjadi salah satu target prioritas yang ingin dia wujudkan selama dalam masa jabatannya.

Pos terkait