Minggu, 5 April 2026

Askrida Sulteng Patut Dicontohi Perusahaan Lain

Ketua otoritas jasa keuangan (OJK)Sulteng Supri Andi Yunus meminta Askrida senantiasa membuat produk yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat. Menurutnya sangat banyak kebutuhan di provinsi akan asuransi, diluar produk Askrida sebelumnya yang telah mapan.

Ia menyebut beragam usaha lain yang perlu dijangkau olehnya seperti pengusaha dan petani budidaya tambak udang, pertanian jagung. Dan yang lainnya.

Berdasarkan standar world bank. Bahwa industri keuangan dikatakan baik, apabila dapat dijangkau dengan mudah dan cepat oleh masyarakat. Disamping itu perkembangan tersebut masih perlu kolaborasi semua pihak, karena menurutnya, masyarakat Indonesia secara umum baru 22,55% yang memahami akan literasi produk keuangan, dan baru 65% yang dapat mengaksesnya.

Sukri Andi juga berharap agar Askrida terus bertumbuh secara signifikan dan stabil. Dan menekankan selain mudah dijangkau dan cepat, Askrida dapat berkontribusi dalam pemerataan ekonomi masyarakat, dengan jalan meningkatkan perannya mendukung melalui produknya terhadap usaha kecil dan menengah.

Hal itu disampaikannya mengingat OJK mempunyai tugas yang kurang lebih sama, yakni berkewajiban mendorong industri keuangan di tengah masyarakat, serta berinovasi untuk meningkatkan literasi masyarakat akan jasa dan layanan produk keuangan.

“Kesemuanya perlu kolaborasi. OJK Mengapresiasi Askrida, Agar terus stabil dan signifikan, berharap mudah dijangkau oleh masyarakat. Berkontribusi pemerataan ekonomi dan peningkatan kepada pelaku UMKM. Pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja. Dan perekonomian lebih merata,’ujarnya.

Direktur utama Bank Sulteng Rahmat Abdul Haris, Askrida memiliki tata kelola keuangan yang luar biasa.

Ia pun membenarkan, bahwa pertumbuhan ekonomi. Wabil khusus di Sulawesi Tengah diperlukan kerjasama semua pihak.