Minggu, 5 April 2026

Askrida Sulteng Patut Dicontohi Perusahaan Lain

Ia menyampaikan bahwa pada kesempatan lalu, telah bersama menggelar rapat dengan pemerintah provinsi. Dimana rapat tersebut bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah. Salah satu tujuan percepatan ekonomi adalah dapat meningkatkan dan mengelola resiko di sektor pertanian, karena selama ini sektor pertanian belum masif dalam proteksi asuransi. Berbeda dengan usaha atau bidang jasa lainnya.

“Direncanakan kredit produktif dan kredit mikro, kemarin bersama pak Mulyono. Seperti petani apabila ada gagal panen dan bencana dapat diproteksi”, kata Rahmat. Hal tersebut menurut Rahmat, dikarenakan sektor usaha atau jasa selain pertanian sudah berjalan dengan baik, bahkan ia mengatakan sangat bergairah.

Dimana ia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah mencapai angka rerata pertumbuhan nasional. Yaitu 9,8%. Dimana terdapat 31 triliun rupiah aset perbankan, sedangkan jumlah kredit yang tersalur mencapai 32 triliun rupiah. Angka tersebut yang menurut penilaiannya membuat perputaran uang di Sulawesi Tengah sangat bergairah, bahkan cenderung panas kelakarnya.

Ia mengatakan ada kelebihan antara kredit yang tersalur dengan aset perbankan, disebabkan investasi dana dari luar Sulawesi Tengah.

Direktur Askrida Sandjoto Pamungkas mengucapkan terimakasih kepada seluruh undangan dan mitra yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan dalam acara tasyakuran gedung baru tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa Askrida yang saat ini telah memiliki gedung sendiri, merupakan sebab dan berkat kepercayaan semua pihak. “Ini tak lepas dari dukungan dan kepercayaan semua, baik pemegang saham mitra bisnis dan relasi sehingga ini dapat tercapai”, kata Sandjoto.

Sandjoto dalam sambutannya juga berharap agar kerjasama dengan semua pihak tersebut dapat terjalin dengan baik dan ditingkatkan. Dan dapat menjadi “Mitra Dalam Usaha, Pelindung Dalam Duka” sesuai dengan tagline Askrida.

(humas)