Dari tiga tema itu ,Pemkot menurutnya dibawah kepemimpinan Hidayat-Sigit memang menjadi prioritas. Penciptaan lapangan kerja yang saat ini katanya tengah didorong adalah program kelurahan inovasi unggul. Sebuah program yang dilaksanakan dengan pendekatan home industri ditingkat kelurahan.
Sementara untuk tema pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui pengentasan kemiskinan, Pemkot jelasnya tengah mendorong pengembangan kawasan agro wisata ke areal pegunungan.
“Kita sedang mengembangkan perluasan wilayah ke areal belakang. Tidak melulu dikawasan teluk. Salah satunya adalah membuka akses ke dusun Uwentumbu di Kecamatan Mantikulore,”jelasnya.
Program-program itu menurutnya adalah program berkelanjutan sebagai agenda pembangunan perkotaan gaya baru. Ini kemudian dianggap unik oleh lembaga kemitraan habitat yang berkedudukan di Jakarta lalu memposisikannya melalui media-media mainstream.
“Mereka kemitraan habitat punya jaringan yang luas. Apalagi Pemkot dan kemitraan habitat memang telah lama menjalin kerjasama dalam isu isu perkotaan,”jelasnya.
Melalui promosi kemitraan habitat inilah lanjut Mundzir mengapa kemudian Kota Palu terpilih menjadi sebagai salahsatu kota yang mewakili Indonesia dalam forum tersebut.
“Mereka kebetulan ingin mendorong kota-kota inovatif lain selain dari kota-kota di pulau Jawa yang dianggap punya program program perkotaan berkelanjutan menarik,”ujarnya.
Melalui event itu, nama Kota Palu diharap semakin memasyarakat di kalangan international. Ini forum untuk promosi segala potensi yang dimiliki Kota Palu.
Sekaitan dengan event itu, Wali Kota Palu bersama wakil dipastikan hadir langsung mengikuti seluruh agenda Wuf. Saat ini kata Mundzir, wali kota tengah mengajukan permohanan izin kepada Menteri Dalam Negeri.
(mdi/Palu Ekspres)






