PALU EKSPRES, TOLITOLI – Proyek pengadaan mobil Pelayanan Keluarga Berencana ( KB) di Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tolitoli tahun anggaran 2017 senilai Rp 650 juta melalui Dana Alokasi Khusus ( DAK), sampai saat ini belum diadakan oleh pihak rekanan CV. Andromeda. Sementara anggarannya telah dicairkan 65 persen atau sekitar Rp 450 juta dari total anggaran.
Kepala Kantor BKKBN Tolitoli Dr. Herlina dikonfirmasi Palu Ekspres belum lama ini di ruangannya, membenarkan sampai saat ini mobil Pelayanan KB belum diadakan oleh pihak rekanan. Bahkan pihaknya mengakui jika anggarannya telah dicairkan 65 persen.
“Yang lebih jelas silahkan konfirmasi ke Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) pak Burhan, karena Ia selaku Kuasa Pengguna Anggaran,” katanya.
Dr. Herlina menjelaskan, proyek pengadaan mobil pelayanan ini, pihaknya tidak terlibat. Bahkan proses pencairan selama dua tahap tidak diketahuinya.
“Saya tidak terlibat dengan pengadaan ini, bahkan saya ketahui setelah ada laporan kalau dananya cair baru saya ketahui setelah ada laporan, semua yang tahu PPTK dengan PPK,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris BKKBN juga selaku PPK, Burhan, mengatakan pengadaan mobil pelayanan KB kontraknya sudah terlambat, karena berakhir sejak 5 Desember 2017, namun pihak kantor masih memberikan perpanjangan waktu pengadaan kepada CV. Andromeda selaku pelaksana.
“Iya, kami akui itu sudah terlambat pengadaannya, namun kami masih berikan perpanjangan waktu,” tuturnya.
Alasan keterlambatan pengadaan mobil pelayanan KB, karena masih tahap perampingan peralatan yang dipasang dalam mobil tersebut.
Informasi yang dihimpun Palu Ekspres, PPTK pengadaan mobil pelayanan KB, Ni Ketut Riyasah, merupakan istri dari pelaksana pengadaan yakni Direktur CV. Andromeda, Agus. Bahkan anggaran pengadaan mobil pelayanan KB telah diajukan berkas pencairan 100 persen.
(mg6/Palu Ekspres)






