Hal yang sama juga dituliskan pemilik akun Ashanty Bahar. “Seharusnya pemimpin jadi contoh yang baik buat masyarakat. Agar sebagai masyarakat tidak merasa bersalah sudah memilih mereka. Akan tetapi sungguh memalukan….” tulisnya.
Tak hanya menyesalkan aksi para pemimpin itu, netizen lainnya bahkan meminta postingan berita soal cekcok wabup dan bupati dalam group tersebut juga supaya dihapus.
“Saya minta tolong dihapus saja postingan ini. Tujuannya supaya bisa diselesaikan di darat, bukan di medsos. Dampak viral medsos sepertinya lebih banyak akan merugikan citra kabupaten kita,” tulis pemilik akun Anker Widianto.
“Tolitoli penuh tanda tanya, ada apa sebenarnya..? Jangan sampai cuma persoalan kepentingan pribadi, masyarakat yang menjadi korban. Kalau sudah ricuh seperti itu, siapa yang ngurusin masyarakat? Apakah pemimpin seperti ini masih bisa dijadikan panutan?” tulis pemilik akun Zul Arsil.
Sebelumnya diberitakan, Insiden ini bermula saat Bupati Saleh Bantilan memberi sambutan dalam pelantikan pejabat. Tiba-tiba Wabup Budding datang dengan mengamuk dan menendang meja di samping Saleh. Ia tak terima karena tidak dilibatkan dalam proses seleksi penempatan posisi pejabat.
“Hentikan pelantikan, kenapa saya selaku wakil bupati tidak diberitahu kalau ada pelantikan,” teriaknya lantang.
“Yang sudah dilantik tetap dilantik, titik. Sekian dan teruma kasih,” tutup bupati, sebelum meninggalkan podium.
Sementara itu, bupati juga tak hentih-hentihnya mengoceh. Ia tegas menimpal wakilnya yang berkata-kata dalam nada tinggi. “Kau wakil bupati. Yang membina pegawai saya,” bentaknya.
“Tidak usah banyak bicara kau,” bentak wabup, diiringi teriakan para hadirin. Sementara beberapa polisi pamong praja tetap menjaga keduanya agar tidak saling adu jotos.
“Saya hormati dan saya hargai bapak sebagai bupati. Dua tahun saya serahkan penuh. Saya yang paling tahu karakter pejabat-pejabat di Tolitoli ini. Bapak tinggalkan daerah terus. Saya kalau sudah begitu manusia, tidak ada yang saya hargai. Silahkan ambil alih, kau punya kelakuan luar biasa. Saya kau tinggalkan di sini saya tidak pernah mengeluh. Saya jalankan pemerintahan,” bentaknya.
(MS/Palu Ekspres)






