“Keberadaan smartphone atau handphone pintar, bukan lagi sekedar menjadi sarana komunikasi, namun sudah menjadi sarana interaksi ekonomi paling vital saat ini. Di Indonesia kita kenal gojek yang kini sudah masuk 10 daftar perusahaan dengan omset terbesar di Indonesia, bahkan di Palu transportasi online seperti grab telah punya karyawan diatas 600 orang, termasuk urusan belanja yang dapat dilakukan dengan menggunakan smartphone,” beber Hidayat.
Dan yang menjadi kunci dari perubahan zaman yang lebih dikenal dengan zaman now adalah para mahasiswa dan sarjana yang menguasai informasi. Untuk itu dibutuhkan terobosan, inovasi dan keberanian menciptakan aplikasi yang bisa membantu UMKM dalam memasarkan produk, termasuk memperkenalkan potensi pariwisata di Sulawesi Tengah.
“Sebagai pimpinan birokrasi pemerintah di Sulawesi Tengah, saya bermimpi untuk mendorong kemajuan daerah berbasis teknologi informatika, dan berharap Sulteng bisa menjadi contoh di Indonesia, akan tetapi tidak mungkin terwujud tanpa dukungan adik-adik sekalian yang ditopang dengan SDM yang memadai dan terbarukan sebagaimana yang disampaikan Presiden ketiga RI, BJ Habibie beberapa waktu lalu,” sebut Hidayat.
Sementara itu, Ketua STMIK Adhiguna, Mus Aidah S.Pd, MM dalam sambutannya menyampaikan jika perguruan tinggi yang dipimpinnya mewisuda sebanyak 243 orang, yakni 167 wisudawan dari program studi Teknik Informatika dan 76 wisudawan dari program studi Sistem Informasi.
“Di antara peserta wisuda, ada yang berhasil memperoleh predikat terbaik dengan IPK 3,64 dari Program Studi Teknik Informatika dan IPK 3,72 untuk Program Studi Sistem Informasi,” sebutnya.
(humas pemprov)






