Langkah ketiga, kata Nursalam, adalah dengan memberikan pilihan lain kepada para pengunjung, selain koleksi buku di perpustakaan Kota Palu, yang saat ini sudah mencapai sekitar 10 ribu eksamplar dari sekitar 3 ribu judul buku.
Pilihan tersebut adalah koleksi diorama tentang sejarah, utamanya yang bercerita tentang sejarah lokal. Serta home theater yang menyajikan tontonan film-film pendek edukatif. Home theater tersebut, akan di-launching pada Jumat 23 Februari 2018.
“Kita perbanyak koleksi diorama yang berbicara tentang sejarah, baik dari segi sejarah maupun dokumen-dokumennya. Kemudian kita juga akan me-launching home theater. Jadi pembaca itu setelah membaca, akan kita arahkan untuk menonton film-film pendek yang bernuansa edukasi, Insyaallah hari Jumat akan kita ujicoba,” tuturnya.
Selain ketiga hal tersebut, Nursalam juga menyebutkan, sejauh ini program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu yang bertujuan memperkuat ajakan membaca di masyarakat, juga masih terus berjalan. Program tersebut salah satunya dengan penggiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), serta aktifnya perpustakaan keliling.
“Bahkan ada bentukan perpustakaan kota di kelompok-kelompok masyarakat, ada juga yang langsung ke sekolah-sekolah. Kita punya mobil perpustakaan keliling tiap hari beroperasi, di situ masyarakat yang membaca cukup banyak. Ini saya kira bisa memperkuat ajakan kita untuk meningkatkan minat baca,” demikian Nursalam.
(abr/Palu Ekspres)






