Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Kecewa dengan KPU, Pendukung ANNAS Gelar Aksi di Jalur Trans Sulawesi

PALU EKSPRES, PARIGI – Ribuan masyarakat Kecamatan Ongka Malino yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum dan Keadilan (AMPHK) yang merupakan massa pendukung bakal pasangan calon (Bapaslon) Anwar H. Saing-Asrudin (ANNAS), melakukan aksi damai di Desa Ongka sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap penyelenggaraan Pilkada Parimo pada Selasa (20/3).

Sekitar pukul 10:00 Wita, massa aksi melakukan longmars pengumpulan massa dengan mengelilingi beberapa desa di Kecamatan Ongka Malino dengan menggunakan kendaraan roda empat dan dua. Kemudian massa aksi menggelar serangkaian aksi protesnya dengan menyampaikan aspirasi dan pembakaran ban bekas di jalan Trans Sulawesi di Desa Ongka.

Aksi ini mengakibatkan arus lalu lintas sempat macet kurang lebih satu jam lamanya. Malah mereka mengancam akan melakukan blokade jalan Trans Sulawesi Desa Ongka jika Ketua KPU Parimo, Panwaslu Parimo dan Kapolres Parimo tidak hadir menemui masyarakat dalam aksi yang digelar tersebut.

Namun tindakan tersebut akhirnya urung dilaksanakan karena salah satu pimpinan lembaga yakni, Kapolres Parimo AKBP Sirajuddin Ramly yang menjadi tuntutan mereka supaya hadir di tengah-tengah massa aksi.

Kapolres Parimo AKBP Sirajuddin Ramly pada kesempatan itu mengatakan, berdasarkan undang-undang dasar, setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasinya. Serta berdasarkan Undang-undang Nomor 9 tahun 1998, menjamin kemerdekaan dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan pikiran serta pendapat.

“Olehnya itu, kami dari pihak kepolisian memberikan apresiasi yang tinggi kepada massa pendukung ANNAS yang tetap pada koridor ketentuan hukum. Kepatutan yang ditunjukkan itu dapat dipertahankan untuk menjadi contoh dan teladan yang baik,” ungkap Kapolres.

Dia berpesan, jangan sampai kegiatan positif dan memperjuangankan hal yang mulia, tercoreng karena tindakan anarkis dan merusak. Pihaknya meyakini, komitmen dari Bapaslon ANNAS untuk menjaga keamanan dan ketertiban dengan semangat kebersamaan serta persaudaraan demi melihat Kabupaten Parimo maju dan berkembang.

Menurutnya, siapapun yang diberikan kesempatan untuk maju menjadi calon bupati dan akhirnya ditetapkan menjadi bupati, pihaknya akan mendukung.

“Berdasarkan informasi yang kami terima Bapaslon ANNAS sedang melakukan gugatan di PTUN di Makassar. Diharapkan, usaha dan ikhtiar yang dilakukan berhasil, bagi kami siapapun dia yang menjadi bupati tidak menjadi persoalan, tetapi komitmen kami bagaimana Parigi Moutong aman, damai, karena merupakan keinginan bersama,” ujarnya.

Serangkaian tuntutan lainnya yakni, meminta KPU dan Panwaslu Parimo mempertanggungjawabkan kesalahan yang dilakukan, meminta pertanggungjawaban pembatalan suara sah ANNAS sebanyak 6000 lebih, dan mengutuk keras dugaan intervensi dari pihak tertentu atas seluruh keputusan pihak penyelenggara.

Penanggungjawab aksi, Arfan Syah mengatakan, aksi yang dilakukan pihaknya merupakan tindakan kekecewaan terhadap penyelenggara Pilkada yang diduga melakukan penyelewengan untuk menjegal Bapaslon ANNAS menjadi peserta Pilkada Parimo.

Menurutnya, tindakan yang dilaksanakan pihaknya bukan karena dorongan pihak tertentu, apalagi dari pihak Bapaslon ANNAS. Kegiatan tersebut merupakan murni inisiatif massa pendukung yang menginginkan agar dapat dipertemukan langsung dengan pihak penyelenggara KPU dan Panwaslu Parimo.

“Kami meminta kepada Kapolres Parimo agar dapat dimediasi untuk mempertemukan dengan KPU, Panwaslu dan Pjs. Bupati, tidak di Parigi tapi beberapa kecamatan terdekat guna untuk memudahkan akses kami,” ungkapnya saat ditemui sejumlah wartawan usai aksi.

Dia menambahkan, saat ini pihak Bapaslon ANNAS sedang melakukan gugatan di PTUN Makassar dan DKPP Sulteng, untuk berjuang menjadi peserta Pilkada Parimo seperti yang diharapkan massa pendukungnya. Olehnya, diharapkan melalui aksi tersebut tidak ada pihak tertentu melakukan intervensi atas apa yang sedang dilaksanakan saat ini.

Dalam pertemuan penyampaian aspirasi yang dipusatkan di lapangan sepak bola Desa Ongka, Kapolres Parimo diberikan kesempatan tiga kali 24 jam untuk mempertemukan perwakilan AMPHK dengan pihak KPU dan Panwaslu Parimo.

Mereka mengancam, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi kemungkinan besar akan ada dua aksi yang dilakukan pihak AMPHK yakni, blokade jalan Trans Sulawesi Desa Ongka dan penyegelan kantor KPU Parimo.

Ribuan massa yang datang dalam aksi damai yang dilaksanakan AMPHK merupakan massa pendukung Bapaslon ANNAS dari Kecamatan Tomini, Taopa dan Moutong. Meskipun tidak dihadiri Bapaslon ANNAS, namun ketua pemenangan dan tim sukses ANNAS terlihat hadir dalam kegiatan tersebut.

Pantauan Palu Ekspres siatuasi aman terkendali dan pengawalan ketat ratusan personil aparat kepolisian Polpres Parimo.

(mg4/Palu Ekspres)