Jumat, 15 Mei 2026

Satpam Lihat Pelaku Bom Surabaya Berpelukan Sambil Menangis

PALUEKSPRES, SURABAYA — Tak banyak yang tahu, ada kejanggalan yang ditunjukkan keluarga pelaku serangan bom Surabaya. Hal itu tampak setelah keluarga tersebut melaksanakan salat Subuh berjemaah di masjid dekat kediamannya.

Setelah berhasil mengidentifikasi pelaku bom Surabaya, polisi langsung bergerak untuk mengusut tuntas peristiwa kelam di Kota Pahlawan itu. Salah satunya dengan mendatangi sebuah rumah di kawasan Wonorejo yang disebut-sebut sebagai kediaman keluarga teroris tersebut.

Polisi berada di lokasi sejak Minggu (13/5/2018) pukul 15.00 WIB. Di rumah dengan alamat Jalan Wonorejo Asri XI no 22, Surabaya Timur itu, polisi langsung melakukan pengeledahan.

Dari pantauan JawaPos.com, sejumlah barang bukti dibawa polisi dari rumah berpagar besi hitam itu.

Ketua RT 02/RW 03, Korihan membenarkan bahwa rumah tersebut adalah milik pribadi keluarga Dita Oepriarto. Di rumah itu, katanya, Dita dan istrinya, Puji Kuswati serta empat anaknya, Fadil (18), Firman Halim (16), Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) selama ini tinggal.

“Itu rumah sendiri, semuanya tinggal disitu sama empat anaknya,” terang Korihan.

Suasana saat polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku bom Surabaya, Minggu (13/5/2018)

Korihan menambahkan, keluarga pasangan Dita dan Puji sudah menetap di rumah tersebut sejak 2010 lalu. Dalam keseharian, warga pun sama sekali tak melihat ada gelagat aneh yang ditampakkan pasangan tersebut.

“Gak tertutup. Biasa aja. Malah sering bergaul dengan warga,” bebernya.

Selain rutin beribadah berjemaah di Masjid, lanjutnya, Dita juga aktif dalam setiap kegiatan warga.

“Setiap terdengar azan pasti datang berjemaah bersama anak-anaknya,” kata dia

Nah, sebelum melakukan bom bunuh diri itu, ternyata keluarga tersebut masih menyempatkan diri menunaikan salat subuh berjemaah di masjid dekat kediaman mereka. Hal itu sebagaimana penutusan salah satu satpam perumahan yang mewanti-wanti agar tak disebutkan namanya.

Menurut sang satpam, kali terakhir ia melihat keluarga tersebut adalah saat usai melaksanakan salat Subuh berjemaah. Saat itu, dari masjid, mereka langsung pulang ke rumahnya. Namun, di depan rumah, mereka terlihat saling berpelukan satu sama lain.

“Iya pelukan aja, di depan rumah. Semua pelukan,” kata satpam tersebut.

Meski hanya selintas, tapi ia yakin saat saling berpelukan itu, keluarga tersebut sama-sama menangis.

“Saya pas lewat situ (depan rumah pelaku). Mereka pelukan semua sambil nangis-nangis,” lanjutnya.

Ia sendiri tak tahu persis apa yang membuat keluarga itu saling berpelukan dan menangis haru. Ia baru sadar setelah dirinya melihat pemberitaan bahwa keluarga Dita-Puji disebut menjadi pelaku bom Surabaya.

“Waktu itu saya pikir mungkin ada masalah keluarga gitu. Baru sadar setelah lihat berita ternyata mereka pelaku bom bunuh diri,” bebernya.

Untuk diketahui, terduga pelaku bom Surabaya itu adalah satu keluarga yang merupakan anggota JAD dan JAT. Yakni pasangan suami-istri, Dita Oepriarto dan Puji Kuswati, serta empat anaknya, Fadil (18), Firman Halim (16), Fadilah Sari (12) dan Pamela Rizkita (9).

Untuk Fadil dan Firman Halim, melakukan bom bunuh diri di Gereja Jalan Ngagel Madya itu meledak pada pukul 06.30 WIB dan menjadi aksi pertama.

Sedangkan Puji Kuswati bersama dua putrinya, melakukan bom bunuh diri di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB.

Sementara Dita Oepriarto, melakukan penyerangan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna pada pukul 07.53 WIB.

“Dita men-drop istri dan dua anak perempuannya di DKI Diponegoro,” terang Kapolri Jendral Tito Karnavian di Mapolda Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) sore.

Tito menambahkan, saat ini polisi masih melakukan pendalaman. Termasuk, memastikan jenis bahan peledak.

“Mereka (pelaku) menggunakan modus atau cara pengeboman yang berbeda. Jenis bahan peledaknya masih kami teliti bersama tim forensik,” kata Tito. (fjr/PE)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan