PALU EKSPRES, PALU – Forkominda bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Palu telah sepakat untuk melonggarkan warung makan bisa tetap buka siang hari dengan sejumlah syarat.
Yaitu tidak memajang gambar menu makanan dan menutup warungnya dengan pesan “mari menjaga toleransi dan hargai mereka yang sedang puasa”. Termasuk hanya melayani pelanggan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan.
“Pesan ini yang harus disampaikan para Muballiq. Agar nantinya tak ada lagi kelompok kelompok yang bergerak sendiri,”ujar Wali Kota Palu, Hidayat di kediamannya, Kelurahan Tavanjuka Palu, Sabtu 19 Mei 2018 saat melepas tim Silaturahmi Ramadhan.
Pesan yang paling penting menurutnya adalah pesan terkait situasi bangsa yang kini tengah memanas akibat adanya insiden teror, pelaku peledakan bom
“Imbau masyarakat tidak perlu takut bom. Sampaikan bahwa langka teroris itu bukan bagian islam. Masyarakat perlu kita tenangkan,”jelasnya.
Wali kota juga menitip pesan kepada Muballiq untuk menyampaikan hal-hal terkait upaya memerangi sampah dan kesadaran untuk menjaga kebersihan.
Karena sejauh ini telah banyak indikator keberhasilan terhadap program itu. Serta pesan pesan terkait kerjasama masyarakat dalam menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan.
Sebab pendekatan keagamaan hemat dia, diyakini mampu menanamkan kesadaran dari diri manusia.
“Pesan pesan terkait menjaga ketertiban dan keamanan itu penting sekali. Karena dua hal itu sebagai indikator berjalannya pembangunan ekonomi,”demikian Hidayat.
Acara pelepasan terset dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang dihadiri unsur Forkompida. Kapolres bersama Dandim 1306 Donggala turut hadir dalam pelepasan.
(mdi/Palu Ekspres)






